Itera Tegaskan Nilai TKA Bukan Penentu Kelulusan SNBP 2026
Institut Teknologi Sumatera (Itera) secara resmi telah memastikan bahwa nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak akan menjadi indikator penilaian dalam proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk tahun 2026. Pernyataan ini dikeluarkan untuk memberikan kejelasan kepada calon mahasiswa dan masyarakat luas mengenai mekanisme seleksi yang akan diterapkan.
Nilai TKA Hanya Sebagai Persyaratan Administratif
Dalam penjelasan lebih lanjut, Itera menegaskan bahwa penggunaan nilai TKA dalam penilaian kelulusan SNBP tidak berlaku. Nilai TKA hanya akan digunakan sebagai persyaratan administratif untuk keperluan pendaftaran, tanpa mempengaruhi hasil akhir seleksi. Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Itera, Dr. Abdul Rajak, menyatakan bahwa hal ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan fokus pada prestasi akademik jangka panjang siswa.
Penilaian utama SNBP 2026 tetap akan mengacu pada dua komponen kunci: nilai rapor selama masa sekolah dan prestasi siswa yang relevan dengan bidang studi yang dipilih. Dr. Abdul Rajak menekankan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk menilai kemampuan dan dedikasi siswa secara holistik, bukan hanya berdasarkan satu tes singkat.
Implikasi bagi Calon Mahasiswa
Kebijakan ini memiliki beberapa implikasi penting bagi calon mahasiswa yang berminat mendaftar ke Itera melalui jalur SNBP 2026:
- Calon mahasiswa tidak perlu khawatir berlebihan tentang hasil TKA, karena nilai tersebut tidak menentukan kelulusan.
- Fokus utama harus diberikan pada pemeliharaan nilai rapor yang konsisten dan tinggi selama masa sekolah.
- Prestasi di luar akademik, seperti kompetensi atau proyek yang relevan dengan bidang studi, akan menjadi nilai tambah yang signifikan.
- Proses pendaftaran tetap memerlukan pengumpulan dokumen administratif, termasuk nilai TKA, sebagai bagian dari kelengkapan berkas.
Dengan keputusan ini, Itera berharap dapat menarik siswa-siswa terbaik yang memiliki rekam jejak akademik yang solid dan komitmen terhadap bidang studi pilihan mereka. Kebijakan ini juga sejalan dengan tren pendidikan tinggi yang semakin mengutamakan penilaian berkelanjutan daripada ujian sekali waktu.