Gubernur Banten Andra Soni Resmi Tutup Program Pembinaan Pelajar Anti Tawuran
Gubernur Banten Andra Soni telah secara resmi menutup kegiatan Pembinaan Profil Pelajar Pancasila dan Deklarasi Pelajar Anti Tawuran yang diselenggarakan di Markas Yonif 203/Arya Kemuning pada Senin, 25 November 2025. Acara penutupan ini menjadi penegasan komitmen kuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam memperkuat karakter pelajar dan membangun identitas positif generasi muda.
Perubahan Norma Kelompok sebagai Solusi Utama
Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu, 26 November 2025, Andra Soni menekankan bahwa solusi terbaik untuk mencegah tawuran adalah melalui perubahan norma kelompok dan pembangunan identitas kolektif yang positif. "Melalui kegiatan bersama, event, festival, dan olahraga, hubungan antar sekolah akan semakin kuat dan rasa permusuhan dapat hilang," tegas Gubernur.
Ia mengungkapkan bahwa remaja sangat mudah terpengaruh oleh dinamika kelompok, sehingga diperlukan pendekatan sistematis untuk mengubah norma-norma yang berkembang di lingkungan mereka. Andra juga mengapresiasi peran penting Yonif Arya Kemuning dalam membina pelajar selama program berlangsung.
Literasi Digital dan Peran Aktif Pelajar
Selain perubahan norma kelompok, Gubernur Banten juga mengingatkan pentingnya bijak menggunakan media sosial untuk mencegah provokasi dan perundungan di dunia maya. "Pelajar adalah aktor utama dalam upaya pencegahan kekerasan," ujar Andra seraya menambahkan bahwa literasi digital menjadi komponen krusial dalam pembentukan karakter pelajar modern.
Pada kesempatan deklarasi, Andra menyampaikan pesan tegas kepada para peserta: "Hari ini kalian mendeklarasikan bahwa pelajar Kota Tangerang berani mengatakan tidak untuk tawuran, tidak untuk kekerasan, tidak untuk bullying dan iya untuk masa depan."
Apresiasi terhadap Kedisiplinan dan Komitmen Berkelanjutan
Gubernur mengungkapkan kekagumannya terhadap kedisiplinan yang ditunjukkan para pelajar selama kegiatan. "Dua kali saya memimpin apel hari ini, dan kedisiplinan kalian luar biasa. Sikap tegap, semangat dan kesiapan menunjukkan bahwa nilai-nilai kedisiplinan benar-benar masuk ke diri kalian," tutur Andra.
Ia juga menegaskan komitmen berkelanjutan Pemprov Banten untuk memperkuat tiga pilar utama:
- Pendidikan karakter yang komprehensif
- Literasi digital yang bertanggung jawab
- Ruang organisasi pelajar sebagai wadah pengembangan diri
Andra menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini, termasuk personel Yonif Arya Kemuning yang telah memberikan dampak positif bagi perkembangan pelajar.
Pesan Penutup dan Dukungan dari Komandan Yonif
Sebagai penutup, Gubernur Banten memberikan pesan khusus bagi para pelajar: "Hormati guru, sayangi teman. InsyaAllah kalian akan menjadi generasi pintar, berkarakter, dan berguna di masa depan."
Pada kesempatan yang sama, Komandan Yonif Arya Kemuning Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata menegaskan dukungan penuh terhadap pembentukan karakter positif pelajar. "Prinsip utama yang kami tekankan adalah pembentukan karakter, hormat kepada orang tua, hormat kepada guru, hormat kepada sesama," jelasnya.
Mahendra Subrata menambahkan bahwa aspek teknis pembinaan diberikan langsung di lapangan, sehingga para peserta dapat merasakan sendiri proses pembinaan sejak awal hingga kembali ke lingkungan masing-masing. Program ini diharapkan dapat menjadi model pencegahan kekerasan yang efektif dan berkelanjutan di kalangan pelajar Banten.