Presiden Prabowo Subianto melalui program Sekolah Rakyat membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Sekolah ini dirancang sebagai sekolah berasrama penuh yang menyasar kelompok ekonomi desil 1 dan desil 2. Calon siswa tidak perlu mendaftar secara manual karena penetapan sasaran dilakukan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal ini ditegaskan dalam laman resmi Sekolah Rakyat, Senin (3/8/2026).
Apa Itu Sekolah Rakyat?
Sekolah Rakyat merupakan sekolah khusus berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan ekonomi lemah. Konsep ini digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu instrumen pemutusan rantai kemiskinan. Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Rakyat menyediakan fasilitas tempat tinggal, makan, dan pendidikan secara terpadu dalam satu lingkungan.
Penilaian kondisi ekonomi keluarga calon siswa menggunakan skema desil yang membagi tingkat kesejahteraan menjadi sepuluh lapisan. Desil 1 merupakan kelompok dengan kondisi ekonomi paling bawah, sedangkan desil 10 adalah kelompok paling mampu. Sekolah Rakyat dikhususkan bagi anak dari keluarga yang berada pada desil 1 dan desil 2, yaitu kategori miskin ekstrem dan miskin.
Kriteria Calon Siswa
Pemerintah menetapkan sasaran peserta didik Sekolah Rakyat berdasarkan status kemiskinan keluarga yang tercatat dalam DTSEN. Artinya, anak yang berhak mengikuti pendidikan di sekolah ini adalah mereka yang keluarganya termasuk dalam dua kelompok terbawah dari sepuluh level kesejahteraan.
“Sekolah Rakyat didirikan sebagai upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini ditujukan untuk anak-anak yang berasal dari keluarga yang termasuk dalam miskin dan miskin ekstrim berdasarkan DTSEN,” demikian tertulis di laman resmi Sekolah Rakyat.
Bagaimana Cara Masuk Sekolah Rakyat?
Pertanyaan tentang mekanisme pendaftaran menjadi hal yang paling banyak dicari masyarakat. Namun perlu dipahami bahwa Sekolah Rakyat tidak dibuka melalui jalur pendaftaran umum seperti sekolah pada biasanya. Pemerintah menggunakan data kemiskinan nasional untuk menjaring calon siswa secara langsung.
DTSEN menjadi basis utama dalam proses identifikasi. Data tersebut memuat informasi sosial ekonomi warga yang kemudian digunakan untuk menentukan siapa yang layak masuk Sekolah Rakyat. Anak-anak yang terdaftar dalam keluarga desil 1 dan desil 2 di DTSEN akan menjadi prioritas utama.
Meski demikian, pemerintah tetap membuka mekanisme verifikasi dan validasi di lapangan. Hal ini diperlukan untuk memastikan data yang ada sesuai dengan kondisi nyata keluarga. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihak terkait dapat melakukan pemutakhiran data melalui perangkat daerah setempat.
Langkah yang Perlu Diketahui Keluarga
Bagi keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2, langkah yang dapat dilakukan adalah memastikan data kependudukan dan kondisi ekonomi tercatat dengan benar di DTSEN. Jika data sudah benar, maka anak-anak mereka berpeluang memperoleh undangan atau dihubungi oleh pengelola Sekolah Rakyat.
- Pastikan Kartu Keluarga dan data kependudukan sudah sesuai dengan kondisi nyata.
- Konsultasikan status desil keluarga kepada petugas Dinas Sosial atau kantor desa/kelurahan setempat.
- Jika belum masuk DTSEN, ajukan usulan melalui musyawarah desa atau musyawarah kelurahan agar dapat diproses oleh pemerintah daerah.
- Pantau pengumuman resmi dari Kementerian Sosial dan Dinas Pendidikan setempat mengenai jadwal seleksi dan daftar siswa yang diterima.
Keunggulan Sekolah Berasrama
Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak miskin, tetapi juga menyediakan kebutuhan dasar selama menempuh pendidikan. Dengan sistem berasrama, siswa mendapat asupan gizi, pembinaan karakter, serta pendampingan belajar secara intensif. Diharapkan lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan hidup dan mental yang kuat.
Program ini sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem melalui intervensi pendidikan jangka panjang. Dengan menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin secara gratis, pemerintah berharap rantai kemiskinan antar generasi dapat terputus.
Apa yang Harus Disiapkan?
Meskipun sekolah ini ditujukan bagi anak keluarga tidak mampu, tetap ada sejumlah hal yang perlu disiapkan calon siswa. Persiapan mental dan dokumen menjadi kunci. Beberapa dokumen yang biasanya dibutuhkan adalah akta kelahiran, kartu keluarga, dan surat keterangan tidak mampu yang diterbitkan oleh desa atau kelurahan jika diminta saat verifikasi.
Selain itu, calon siswa juga disarankan memahami kondisi bahwa selama bersekolah akan tinggal jauh dari orang tua. Kesiapan menjalani hidup mandiri di asrama menjadi salah satu faktor penting agar proses belajar berjalan lancar.
Informasi Lebih Lanjut
Masyarakat yang ingin memastikan status keluarganya termasuk desil 1 atau desil 2 dapat menanyakan langsung kepada aparatur desa atau Dinas Sosial setempat. Pemerintah juga terus memperbarui informasi mengenai Sekolah Rakyat melalui kanal resmi. Dengan memahami kriteria dan mekanisme yang berlaku, masyarakat tidak perlu bingung lagi ketika menanyakan bagaimana cara masuk ke Sekolah Rakyat.
Pada intinya, Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan bagi kelompok paling miskin di Indonesia. Melalui basis data yang akurat dan sistem berasrama, program ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam menciptakan kesetaraan akses pendidikan dan memutus kemiskinan dari akarnya.



