Wamen Sosial Tinjau Sekolah Rakyat di Sragen, Target Rampung Juli 2026
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) rintisan 78 di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Dalam kunjungan ini, ia meninjau fasilitas sekolah sementara dan memantau kemajuan pembangunan gedung permanen yang ditargetkan akan selesai pada bulan Juli 2026.
Kunjungan ke Fasilitas Sementara dan Interaksi dengan Siswa
Agus Jabo memulai agendanya dengan meninjau SRT rintisan 78 yang berlokasi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) BPKSDM Kabupaten Sragen, tepatnya di Jalan RA Kartini, Kecamatan Karangmalang. Dalam keterangan tertulis pada Rabu, 11 Februari 2026, ia menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa. "Jadi, Pak Presiden membuat Sekolah Rakyat memang untuk kalian, supaya kalian bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-cita kalian," ungkap Agus Jabo. Ia menekankan pentingnya semangat dan keberanian bagi anak-anak Indonesia, serta mengingatkan agar mereka tidak merasa rendah diri.
SRT 78 Sragen saat ini menampung dua rombongan belajar, yaitu satu jenjang SMP dan satu jenjang SMA, dengan total 50 peserta didik. Setelah meninjau asrama putra, Agus Jabo melanjutkan kunjungan ke ruang kelas SMP yang sedang melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris. Dalam interaksi tersebut, ia bertanya kepada siswa-siswi, "Senang enggak di sini?" dan mendapat jawaban serentak, "Senang," dengan penuh semangat.
Kisah Inspiratif dari Para Siswa
Agus Jabo mendengar langsung kisah beberapa siswa yang menghadapi tantangan hidup. Salah satunya adalah Galih Bayu Pratama, yang ayahnya tidak bekerja karena sakit dan ibunya berjualan di Klaten. Galih bercita-cita menjadi perwira TNI meski hidup dalam keterbatasan. Agus Jabo memberikan pesan motivasi, "Supaya kamu bisa mewujudkan cita-citamu, kamu harus yakin, harus semangat ya. Kamu harus jadi tentara, saya harus jadi tentara supaya saya bisa membantu orang tua saya yang sakit, adik saya, menjadi anak Indonesia yang hebat. Kalau kamu hebat, Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang hebat. Semangat ya, disiplin."
Ia juga berbincang dengan Rangga Adi, yang tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai buruh pabrik. Ketika ditanya cita-citanya, Rangga menjawab ingin menjadi pengusaha, khususnya pengusaha sound horeg, sambil tersenyum. Interaksi ini menunjukkan semangat dan harapan para siswa meski dalam kondisi ekonomi yang sulit.
Program Sekolah Rakyat dan Pembangunan Gedung Permanen
Agus Jabo menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, ditujukan bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi mereka yang kurang mampu.
Setelah menyapa siswa, Agus Jabo meninjau lokasi pembangunan gedung permanen SRT 78 di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan. Gedung ini dibangun di atas lahan seluas sekitar lima hektare dan nantinya akan menampung 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Fasilitas yang direncanakan meliputi:
- Asrama untuk tempat tinggal siswa
- Masjid untuk kegiatan keagamaan
- Dapur untuk penyediaan makanan
- Lapangan olahraga untuk aktivitas fisik
- Lapangan upacara untuk kegiatan formal
Pembangunan gedung ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa di daerah tersebut.
Dukungan dari Pemerintah Daerah
Dalam kegiatan ini, Agus Jabo didampingi oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Wakil Bupati Sragen Suroto, dan Kepala Dinas Sosial Sragen Yuniarti. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program Sekolah Rakyat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan dan memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat Sragen secara maksimal.
Kunjungan ini tidak hanya sekadar inspeksi, tetapi juga menjadi momen untuk memberikan motivasi langsung kepada siswa, mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik. Dengan target penyelesaian pada Juli 2026, gedung permanen SRT 78 diharapkan dapat segera beroperasi dan menjadi pusat pendidikan yang inklusif bagi anak-anak kurang mampu di Jawa Tengah.