Wamendikdasmen Soroti Kompetensi Bahasa Indonesia Guru yang Miris
Wamendikdasmen Soroti Kompetensi Bahasa Indonesia Guru Miris

Wamendikdasmen Soroti Kompetensi Bahasa Indonesia Guru yang Miris

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, secara terbuka menyoroti masalah serius terkait kompetensi guru dalam berbahasa Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Atip dalam acara penutupan Konsolidasi Nasional yang disiarkan secara daring melalui akun YouTube resmi Kemendikdasmen pada hari Rabu, 11 Februari 2026.

Kemampuan Bahasa Indonesia Guru Dinilai Belum Optimal

Dalam sambutannya, Atip mengungkapkan keprihatinan mendalam dengan menyatakan, "Kita mendapat contohnya kemampuan bahasa (Indonesia) yang agak-agak miris." Menurutnya, hasil tes yang dilakukan terhadap sejumlah guru menunjukkan bahwa banyak di antara mereka belum memiliki penguasaan yang unggul dalam kemampuan berbahasa Indonesia.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar mengingat peran guru sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran di sekolah. Kompetensi bahasa Indonesia yang rendah dapat berdampak signifikan pada kualitas pendidikan dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

Pentingnya Peningkatan Kompetensi Guru

Fenomena ini mengindikasikan perlunya upaya lebih intensif dalam meningkatkan kualifikasi dan kemampuan profesional para pendidik. Pemerintah, melalui Kemendikdasmen, diharapkan dapat merancang program pelatihan dan pengembangan yang efektif untuk mengatasi masalah ini.

Dengan kompetensi bahasa Indonesia yang memadai, guru diharapkan dapat menyampaikan materi dengan lebih jelas, akurat, dan inspiratif, sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih berkualitas bagi generasi muda Indonesia.