Wamendikdasmen Atip Soroti Kompetensi Guru sebagai PR Besar Pendidikan
Atip: Kompetensi Guru Masih Jadi PR Besar Pendidikan

Wamendikdasmen Soroti Kompetensi Guru sebagai PR Utama Pendidikan Nasional

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa persoalan guru masih menyisakan banyak pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Salah satu isu krusial yang diangkat adalah terkait kompetensi para pendidik di seluruh Indonesia.

Fokus Berlebih pada Kesejahteraan, Kompetensi Terabaikan

Dalam pernyataannya pada penutupan Konsolidasi Nasional yang digelar pada Rabu, 11 Februari 2026, Atip mengakui bahwa selama ini pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, lebih banyak memusatkan perhatian pada aspek kesejahteraan guru. Padahal, menurutnya, peningkatan kesejahteraan seharusnya sudah menjadi hal yang pasti dan wajib diberikan kepada para pengajar.

"Ada yang luput dari kita terkait persoalan guru. Ada persoalan kompetensi," ujar Atip dengan nada prihatin. Ia menambahkan bahwa meski upaya meningkatkan kesejahteraan guru terus dilakukan, namun aspek kompetensi justru banyak yang belum terselesaikan secara optimal.

Dampak pada Kualitas Pendidikan Indonesia

Atip menekankan bahwa ketimpangan dalam penanganan kompetensi guru ini berpotensi menghambat peningkatan kualitas pendidikan nasional. Kompetensi yang belum memadai dapat berdampak langsung pada proses pembelajaran dan hasil pendidikan siswa di berbagai jenjang.

Beberapa poin penting yang disoroti oleh Wamendikdasmen meliputi:

  • Perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengembangan kompetensi guru
  • Pentingnya pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan mengajar
  • Kebutuhan akan standarisasi kompetensi yang lebih ketat dan terukur

Dengan mengatasi persoalan kompetensi ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global. Atip berharap agar semua pihak terkait dapat bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan rumah ini dengan segera.