Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi memulai pengiriman 5.538.300 eksemplar buku bacaan berkualitas. Buku-buku tersebut didistribusikan ke 18.444 sekolah dasar (SD) dan 6.165 sekolah menengah pertama (SMP) di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan bahwa pengiriman buku tersebut merupakan langkah resmi pemerintah untuk mendukung sekolah-sekolah dengan capaian literasi rendah pada Asesmen Nasional (AN) 2025. Bantuan ini diharapkan menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Pemetaan Sekolah Berdasarkan Asesmen Nasional 2025
Asesmen Nasional (AN) merupakan evaluasi yang dilakukan pemerintah untuk mengukur kompetensi dasar siswa, termasuk literasi dan numerasi. Hasil AN 2025 menjadi acuan utama dalam menentukan sekolah mana yang membutuhkan intervensi paling mendesak.
Dari hasil asesmen tersebut, teridentifikasi sebanyak 18.444 SD dan 6.165 SMP yang memiliki nilai literasi rendah. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi. Kemendikdasmen kemudian menetapkan sekolah-sekolah ini sebagai penerima buku bacaan berkualitas.
Proses pemetaan dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan data yang telah divalidasi dari berbagai daerah. Hal ini bertujuan agar bantuan benar-benar sampai ke sekolah yang membutuhkan, tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di daerah terpencil.
Distribusi Buku Bacaan Berkualitas
Kemendikdasmen menyiapkan 5.538.300 eksemplar buku bacaan berkualitas untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah sasaran. Buku-buku tersebut dipilih dengan memperhatikan kesesuaian konten dengan jenjang pendidikan siswa SD dan SMP.
Distribusi dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan dinas pendidikan provinsi, kabupaten, dan kota. Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen memastikan setiap sekolah menerima jumlah buku yang proporsional sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran pengiriman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Beberapa daerah dengan kondisi geografis yang berat akan menerima pengiriman secara khusus agar buku tetap dalam kondisi baik.
Peran Guru dalam Pemanfaatan Buku
Kehadiran buku bacaan di sekolah tidak akan berarti tanpa peran aktif guru. Oleh karena itu, Kemendikdasmen mendorong guru untuk mengintegrasikan buku-buku tersebut ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Guru dapat menggunakan buku bacaan sebagai bahan diskusi, tugas literasi, atau kegiatan membaca bersama di kelas. Dengan bimbingan yang tepat, siswa tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga mampu memahami isi bacaan dan mengambil pelajaran dari setiap buku.
Selain itu, sekolah diharapkan mengelola buku dengan baik melalui pojok baca atau perpustakaan mini. Dengan demikian, buku dapat diakses oleh siswa secara berkelanjutan, bukan hanya pada saat tertentu.
Harapan Peningkatan Literasi dan Mutu Pendidikan
Mendikdasmen Abdul Mu'ti berharap program distribusi buku ini mampu meningkatkan minat baca siswa secara signifikan. Dengan akses yang lebih luas terhadap bacaan berkualitas, siswa diharapkan memiliki kemampuan literasi yang lebih baik.
Peningkatan literasi akan berdampak langsung pada prestasi belajar siswa, terutama dalam memahami materi pelajaran. Kemampuan membaca yang baik juga menjadi fondasi untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
Kemendikdasmen akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan buku di sekolah-sekolah penerima. Hasil evaluasi ini menjadi bahan untuk perbaikan program di masa mendatang. Pemerintah berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah.
Dengan langkah ini, diharapkan tidak ada lagi siswa yang tertinggal karena minimnya akses bahan bacaan. Pemerintah akan terus berupaya memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang layak.



