Guru SD NTT Raih Gelar Master di Boston University Lewat Beasiswa LPDP
Guru SD NTT Raih Gelar Master di Boston University

Guru SD dari NTT Selesaikan Studi Magister di Boston University Melalui Beasiswa LPDP

Bagi banyak kalangan, nama besar Ivy League sering dianggap sebagai puncak pencapaian akademik dunia. Namun, bagi Djiki Yuinggirs, seorang guru sekolah dasar (SD) yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), esensi pendidikan bukanlah tentang kemegahan nama kampus, melainkan tentang ilmu pengetahuan yang dapat dibawa pulang untuk membangun negeri tercinta.

Perjalanan Panjang dari Soe ke Boston

Setelah mengabdi selama enam tahun sebagai tenaga pengajar di salah satu sekolah swasta di Palembang, Djiki akhirnya berhasil menyelesaikan studi magisternya di Boston University, Amerika Serikat. Prestasi ini ia raih melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang menjadi bukti nyata bahwa kesempatan belajar di luar negeri terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki tekad kuat.

Perjalanan akademiknya tidaklah mudah. Djiki harus cermat dan disiplin dalam mengelola waktu, menyiapkan segala persyaratan studi S2 di sela-sela kesibukannya yang padat sebagai seorang guru. Tantangan ini semakin kompleks ketika ia harus menghadapi realita pendidikan di tanah kelahirannya, NTT, yang masih dipenuhi dengan berbagai kendala dan keterbatasan infrastruktur.

Pendidikan sebagai Modal Membangun Negeri

Bagi Djiki, gelar master dari universitas ternama di Amerika Serikat bukanlah tujuan akhir. Ia menekankan bahwa nilai sejati dari pendidikan terletak pada bagaimana ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk memajukan daerah asalnya. "Pendidikan bukan soal menterengnya nama kampus, tapi tentang ilmu yang bisa dibawa pulang untuk membangun negeri," ujarnya, menggambarkan filosofi yang mendasari perjuangannya.

Pengalamannya mengajar di Palembang dan latar belakangnya sebagai putra daerah NTT memberikannya perspektif unik tentang kesenjangan pendidikan di Indonesia. Djiki berharap, pencapaiannya ini dapat menginspirasi generasi muda, terutama dari daerah tertinggal, untuk terus bersemangat mengejar cita-cita akademik tanpa terpaku pada stigma atau keterbatasan geografis.

Inspirasi bagi Dunia Pendidikan Indonesia

Kisah Djiki Yuinggirs menjadi contoh nyata bahwa beasiswa LPDP tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berasal dari kota besar atau latar belakang tertentu. Program ini terbukti mampu menjangkau dan memberdayakan tenaga pendidik dari pelosok negeri, memberikan mereka akses untuk mengembangkan kompetensi di tingkat internasional.

Dengan gelar master di tangan, Djiki kini memiliki bekal lebih untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di NTT. Ia berencana untuk kembali mengabdi sebagai guru, namun dengan pendekatan dan metode pengajaran yang lebih inovatif, yang ia pelajari selama studi di Boston University.

Cerita sukses ini mengingatkan kita semua bahwa pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Semangat Djiki patut dijadikan teladan, menunjukkan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari program beasiswa pemerintah, siapa pun dapat meraih mimpi akademiknya, sekaligus membawa dampak positif bagi pembangunan negeri.