Beasiswa Garuda 2026 Fokus pada Peringkat Program Studi QS, Bukan Universitas
Beasiswa Garuda 2026 Prioritaskan Peringkat Prodi QS

Kriteria Baru Beasiswa Garuda 2026: Peringkat Program Studi Jadi Penentu Utama

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) secara resmi mengumumkan perubahan signifikan dalam penentuan program studi untuk penerima Beasiswa Garuda jenjang Sarjana (S1) tahun 2026. Sosialisasi Seleksi Beasiswa Garuda Sarjana (S1) Tahun 2026 telah dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, melalui siaran langsung di platform YouTube, menjangkau calon peserta secara luas dan transparan.

Perubahan Paradigma dari Peringkat Universitas ke Peringkat Program Studi

Dalam sosialisasi tersebut, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendikti saintek, Ahmad Najib Burhani, menegaskan bahwa penetapan tujuan studi bagi penerima Beasiswa Garuda kini akan didasarkan sepenuhnya pada peringkat program studi terbaik dunia menurut QS World University Rankings by Subject (QS WUR Subject). Kebijakan baru ini menggeser fokus dari peringkat universitas secara umum, yang sebelumnya menjadi acuan, menuju penilaian yang lebih spesifik dan mendalam terhadap kualitas bidang studi tertentu.

"Tahun ini sudah dipilih 100 ranking subject, jadi rankingnya berdasarkan kepada bidang studi atau prodi yang terbaik berdasarkan QS," jelas Dirjen Najib, seperti dikutip dari situs resmi Kemendikti saintek pada Rabu, 11 Februari 2026. Pernyataan ini menandai komitmen pemerintah dalam meningkatkan presisi seleksi beasiswa untuk menjamin kualitas pendidikan tinggi yang diterima oleh penerima manfaat.

Implikasi bagi Persiapan Sumber Daya Manusia Unggul

Perubahan kebijakan ini tidak hanya sekadar penyesuaian teknis, tetapi juga bagian dari strategi besar untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang kompetitif di tingkat global. Dengan memprioritaskan program studi yang memiliki peringkat tinggi dalam QS WUR Subject, diharapkan penerima Beasiswa Garuda dapat mengakses pendidikan di bidang-bidang yang secara khusus diakui keunggulannya secara internasional.

Langkah ini dianggap sebagai respons terhadap dinamika pendidikan global yang semakin mengedepankan spesialisasi dan keahlian mendalam, di samping reputasi institusi secara keseluruhan. Pemilihan 100 ranking subject menunjukkan pendekatan yang terukur dan selektif, memastikan bahwa beasiswa ini benar-benar mendukung pengembangan talenta di bidang-bidang strategis dan berdaya saing tinggi.

Melalui sosialisasi daring, Kemendikti saintek berupaya memberikan pemahaman yang komprehensif kepada calon pendaftar mengenai mekanisme baru ini, sekaligus mengundang partisipasi aktif dari generasi muda Indonesia yang beraspirasi tinggi. Dengan demikian, Beasiswa Garuda 2026 tidak hanya menjadi sarana finansial, tetapi juga penunjang akses menuju pendidikan berkualitas dunia yang lebih terarah dan berdampak.