Laga persahabatan internasional antara Indonesia All Stars melawan Aston Villa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026) malam, menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Sebanyak 1.372 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan jalannya pertandingan aman, tertib, dan lancar.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P Hutagalung menjelaskan, pengamanan ini tidak hanya mencakup aspek keamanan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat yang datang untuk menyaksikan pertandingan. "Kami siap mengawal kelancaran laga tersebut," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).
Reynold menegaskan, seluruh personel telah disiagakan di berbagai titik strategis. Mulai dari pintu masuk stadion, area tribun, hingga kawasan sekitar Senayan. Hal ini dilakukan agar penonton merasa aman dan nyaman selama berada di dalam maupun di luar stadion.
Imbauan untuk Suporter: Jangan Bawa Flare dan Miras
Dalam kesempatan itu, Reynold mengimbau kepada para suporter untuk ikut menjaga ketertiban. Salah satu caranya adalah dengan tidak membawa barang-barang yang dapat membahayakan keamanan dan kenyamanan bersama.
"Para suporter juga diimbau untuk ikut menjaga ketertiban dengan tidak membawa barang terlarang seperti petasan, flare, senjata tajam, maupun minuman beralkohol ke dalam stadion," kata Reynold.
Barang-barang tersebut, lanjut Reynold, berpotensi mengganggu jalannya pertandingan serta membahayakan penonton lain. Oleh karena itu, polisi akan melakukan penindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar ketentuan tersebut.
Penindakan Tegas terhadap Pelanggaran
Reynold memastikan, penindakan tetap akan dilakukan terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan. Hal ini sejalan dengan komitmen kepolisian untuk menciptakan pertandingan yang berkualitas dan bebas dari hal-hal yang merusak ketertiban.
"Kami percaya para suporter datang dengan semangat sportivitas. Mari kita jaga suasana tetap kondusif agar semua bisa menikmati pertandingan dengan nyaman," kata Reynold.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya bertindak represif, tetapi juga mengajak suporter untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci suksesnya pengamanan sebuah event olahraga.
Pendekatan Humanis dalam Tugas
Selain penindakan tegas, pengamanan kali ini juga mengedepankan pendekatan humanis. Reynold menjelaskan bahwa polisi hadir untuk melayani masyarakat, bukan hanya untuk menjaga keamanan semata.
"Pengamanan ini mengedepankan pendekatan humanis, tetapi tetap tegas terhadap pelanggaran. Tujuan kami satu, menciptakan suasana yang aman, tertib, dan menyenangkan bagi semua," imbuhnya.
Dengan pendekatan humanis, diharapkan interaksi antara polisi dan suporter berjalan dengan baik. Personel di lapangan pun diminta untuk selalu bersikap ramah dan membantu penonton yang membutuhkan arahan.
Rekayasa Lalu Lintas di Senayan
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar GBK, polisi akan memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional. Langkah ini diambil agar arus kendaraan di kawasan Senayan tetap terkendali.
Masyarakat yang datang menonton pertandingan diimbau untuk memanfaatkan jalur alternatif. Selain itu, disarankan untuk datang lebih awal guna menghindari penumpukan di pintu masuk stadion.
Dengan pengamanan yang menyeluruh dan dukungan dari seluruh pihak, diharapkan laga antara Indonesia All Stars dan Aston Villa dapat berjalan dengan sukses. Pertandingan ini menjadi ajang hiburan yang aman dan menyenangkan bagi para pecinta sepak bola di Indonesia.



