Serangan Rudal Iran Guncang Tel Aviv, Lima Korban Luka Dilaporkan
Iran telah melancarkan serangan rudal skala besar ke kota Tel Aviv dan sekitarnya di Israel, mengakibatkan setidaknya lima orang terluka dan kerusakan properti yang parah. Layanan darurat Israel, Magen David Adom, melaporkan bahwa mereka sedang merawat para korban, termasuk beberapa yang mengalami luka akibat pecahan kaca dan gelombang ledakan.
Gelombang Serangan dan Korban Jiwa
Menurut pernyataan militer Israel, sejak tengah malam, delapan gelombang rudal telah ditembakkan dari Iran menuju wilayah Israel. Selain itu, sistem pertahanan juga mendeteksi rudal yang berasal dari Yaman, menandai serangan kelima dari negara tersebut. Dalam insiden terbaru ini, seorang pria berusia 45 tahun di kota Bnei Brak, Israel tengah, mengalami luka ringan akibat pecahan kaca dan telah dievakuasi ke rumah sakit.
Tim penyelamat menambahkan bahwa tiga korban lainnya juga dirawat, termasuk dua pria berusia 20-an yang terkena pecahan kaca dan satu orang terluka akibat ledakan. Seorang pria berusia 52 tahun yang menderita luka ringan dari gelombang ledakan dipindahkan ke rumah sakit di Ramat Gan, wilayah yang juga mengalami dampak serius.
Kerusakan Properti dan Dampak Lingkungan
Di lingkungan perumahan Ramat Gan, gambar yang dirilis oleh AFP menunjukkan kehancuran yang signifikan. Lantai atas sebuah rumah hancur total, dengan interior yang porak-poranda, rak buku remuk, dan sepeda statis tergeletak di antara puing-puing. Banyak bekas benturan terlihat di dinding, sementara rumah lain di dekatnya sebagian besar hancur dengan dinding luar yang terkelupas.
Joy Frankel, seorang pekerja sosial di lokasi kejadian, menyatakan kepada AFP bahwa semua kerusakan tersebut disebabkan oleh pecahan peluru dari serangan rudal. Media lokal, termasuk The Times of Israel, melaporkan bahwa sebuah rudal dengan muatan cluster yang ditembakkan dari Iran pada Sabtu pagi mendarat di dekat pangkalan militer Kirya di Tel Aviv, tidak jauh dari kementerian pertahanan.
Respons Pertahanan dan Serangan Tambahan
Militer Israel mengklaim bahwa sistem pertahanan udara mereka aktif bekerja untuk menembak jatuh rudal-rudal yang datang dari Iran, dengan pengumuman proyektil yang terdeteksi secara berkala. Dalam perkembangan terpisah, sebuah roket yang ditembakkan dari Lebanon mendarat di area terbuka tanpa menimbulkan korban jiwa, meskipun peluncurannya tidak terdeteksi karena kerusakan pada sistem peringatan.
Kelompok militan Lebanon, Hizbullah, telah secara konsisten meluncurkan roket ke arah Israel utara sejak memasuki konflik pada 2 Maret. Latar belakang ketegangan ini meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap Iran mulai 28 Februari, memicu balasan dari Republik Islam dengan serangan rudal harian yang menargetkan Israel dan negara-negara tetangga di wilayah tersebut.
Polisi Israel juga melaporkan bahwa puing-puing rudal jatuh di Yerusalem timur, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Situasi ini memperburuk ketegangan yang sudah memanas di Timur Tengah, dengan potensi eskalasi lebih lanjut yang terus dipantau oleh komunitas internasional.



