Cinta Laura Kiehl Serukan Perlindungan Hak Anak Usai Tragis Siswa NTT
Aktris sekaligus Duta Nasional UNICEF, Cinta Laura Kiehl, secara tegas mengangkat suaranya terkait kasus tragis yang menimpa seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa tersebut, di mana seorang anak meninggal dunia akibat tekanan rasa malu karena tidak memiliki buku dan alat tulis, telah mengguncang publik dan mendorong Cinta Laura untuk mempertegas komitmennya dalam memperjuangkan hak anak, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan mental.
Pernyataan Tegas di Gedung Perpustakaan Nasional
Dalam pernyataannya yang disampaikan di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, pada Selasa (10/2/2026), Cinta Laura menyebut kasus ini sebagai alarm keras bagi semua pihak. Ia menekankan bahwa peristiwa ini mengungkap betapa beratnya beban sosial dan psikologis yang masih ditanggung oleh anak-anak dari keluarga kurang mampu di Indonesia.
"Beberapa waktu lalu, sebuah peristiwa di NTT sangat mengguncang saya. Seorang siswa sekolah dasar mengakhiri hidupnya karena merasa malu tidak memiliki buku dan alat tulis. Bukan hanya kehilangan nyawa yang menyedihkan, melainkan alasan di baliknya, rasa malu yang lahir dari kemiskinan, adalah luka mendalam bagi kita semua," kata Cinta Laura, seperti dilansir dari Antara.
Komitmen untuk Pendidikan dan Kesehatan Mental
Kasus ini mendorong Cinta Laura untuk lebih giat dalam advokasi hak anak. Sebagai Duta UNICEF, ia menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan mental harus menjadi prioritas utama dalam upaya perlindungan anak. Ia menyoroti bahwa kemiskinan tidak hanya berdampak pada akses materi, tetapi juga pada kondisi psikologis anak-anak yang rentan terhadap tekanan sosial.
- Pendidikan sebagai hak dasar: Cinta Laura menekankan bahwa setiap anak berhak atas pendidikan yang layak, termasuk akses terhadap buku dan alat tulis.
- Perhatian pada kesehatan mental: Ia mengingatkan bahwa isu kesehatan mental anak, terutama yang berasal dari latar belakang ekonomi sulit, sering kali terabaikan.
- Kolaborasi dengan pihak terkait: Cinta Laura berharap kasus ini dapat mendorong kerja sama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak.
Peristiwa di NTT ini bukan hanya sekadar tragedi individu, tetapi juga mencerminkan tantangan sistemik yang dihadapi anak-anak di berbagai daerah. Cinta Laura berharap suaranya dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak di Indonesia.