Pramono Anung Ungkap Modus Pencurian Kabel di Jakarta Utara yang Dilakukan Siang Hari
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya untuk meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas publik guna mencegah tindak pencurian yang semakin meresahkan. Permintaan ini disampaikan menyusul temuan kasus pencurian kabel lampu jalan di wilayah Jakarta Utara yang terjadi pada siang bolong.
Modus Operandi Pelaku yang Menyamar Sebagai Petugas Resmi
Dalam acara Townhall meeting yang digelar di Kawasan M Bloc, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026), Pramono mengungkapkan detail kejadian tersebut. "Kemarin di Jakarta Utara, siang bolong dibongkar kabel yang di bawah jalan," ujarnya menanggapi keluhan warga terkait kerusakan lampu jalan, kabel listrik, dan fasilitas trotoar.
Menurut Pramono, pelaku sengaja melakukan aksinya di siang hari agar dikira sebagai petugas resmi yang sedang bertugas. "Kelihatannya seperti petugas resmi yang sedang membongkar kabel," jelasnya. Dia menduga masyarakat sekitar mengira pelaku memang sedang menjalankan pekerjaan resmi, sehingga tidak mencurigai aktivitas ilegal tersebut.
Kasus Pencurian Berulang di Kawasan Semanggi Meski Dipasang CCTV
Pramono juga menyoroti kasus pencurian berulang yang terjadi di kawasan Semanggi. Dia mengungkapkan bahwa lampu hias di area tersebut sudah diganti hingga tiga kali karena hilang dicuri, padahal lokasi itu telah dilengkapi dengan sistem kamera pengawas atau CCTV.
"Teman-teman pasti tidak pernah membayangkan yang namanya Semanggi, itu sekarang kita kasih lampu terangnya beragam. Tahu nggak, itu sudah tiga kali diganti. Ke mana lampu itu? Dicuri," kata Pramono dengan nada prihatin. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran CCTV saja belum cukup untuk mencegah tindak kriminalitas jika tidak diiringi dengan pengawasan yang ketat.
Koordinasi Antar Instansi Diperkuat untuk Atasi Kelemahan Pengawasan
Gubernur mengidentifikasi salah satu pemicu maraknya pencurian fasilitas publik adalah adanya saling lempar tanggung jawab antar instansi. Untuk mengatasi masalah ini, Pramono memutuskan untuk memperkuat koordinasi mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga dengan suku dinas terkait dan Satpol PP.
"Salah satu kelemahan yang ada kadang-kadang saling melempar, ini tugas camat, wali kota, lurah atau sudin. Maka tadi kami putuskan koordinasi di tingkat kelurahan, kecamatan dengan suku dinas terkait, termasuk Satpol PP," tegasnya. Langkah ini diharapkan dapat menutup celah kelemahan dalam sistem pengawasan yang selama ini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Video Viral Kerusakan Paving Block Akibat Pencurian Kabel
Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan jajaran paving block terbongkar di trotoar Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, telah viral di media sosial. Kerusakan paving block tersebut diduga kuat merupakan ulah pencuri yang nekat mengambil kabel listrik di bawahnya.
Dalam video yang direkam pada Senin (26/1), terlihat paving block rusak dan terangkat dari tempat pemasangannya. Kerusakan tersebut sejajar lurus dengan tiang lampu jalan, mengindikasikan bahwa pencurian kabel menjadi penyebab utama. Perekam video juga menyampaikan bahwa lampu jalan di sekitar lokasi telah padam selama beberapa hari, diduga karena kabelnya dicuri hingga menyebabkan paving block porak-poranda.
Menanggapi insiden ini, Pramono menyatakan bahwa "Untuk kabel yang diambil sudah dilaporkan ke Polres," saat ditemui di Jakarta Utara pada Selasa (27/1). Laporan tersebut diharapkan dapat membantu proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Dengan adanya penguatan koordinasi dan pengawasan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap dapat mengurangi bahkan menghilangkan praktik pencurian fasilitas publik yang merugikan negara dan mengganggu kenyamanan masyarakat.