Balita Karawang Jadi Korban Penganiayaan Sadis oleh Pacar Ibunya di Kamar Hotel
Balita Karawang Korban Penganiayaan Sadis Pacar Ibunya

Balita Karawang Jadi Korban Penganiayaan Sadis oleh Pacar Ibunya di Kamar Hotel

Kasus kekerasan terhadap anak kembali menorehkan luka mendalam di tengah masyarakat. Seorang balita laki-laki berinisial NA, yang baru berusia 2,5 tahun, menjadi korban penganiayaan sadis di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Insiden memilukan ini diduga dilakukan oleh pacar ibunya sendiri, seorang pria berinisial I berusia 30 tahun.

Kronologi Kejadian di Kamar Hotel

Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis dini hari, tepatnya 12 Februari 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Lokasinya adalah sebuah kamar hotel di wilayah Karawang Barat. Ibu korban, IP (20), mengungkapkan bahwa awalnya ia bersama anaknya menginap di hotel tersebut. Pelaku, yang bekerja sebagai sopir ekspedisi, kemudian menyusul mereka.

Untuk mengelabui IP, pelaku sempat berpura-pura mengalami sakit perut. Namun, situasi berubah drastis ketika ia kemudian melakukan tindakan penganiayaan terhadap balita malang tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka-luka serius yang memerlukan penanganan medis segera.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Balita NA menderita luka parah di bagian lidah dan mata akibat penganiayaan tersebut. Kondisinya begitu kritis sehingga ia harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang. Di sana, korban menjalani perawatan intensif untuk menyelamatkan nyawanya dan memulihkan kondisinya.

Tim medis di RSUD Karawang bekerja keras memberikan perawatan terbaik bagi balita ini. Luka-luka yang diderita tidak hanya fisik tetapi juga meninggalkan trauma psikologis yang dalam. Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan, terutama dalam lingkungan terdekat.

Dampak dan Respons Publik

Kejadian ini telah mengguncang publik dan menimbulkan keprihatinan luas. Masyarakat Karawang khususnya merasa terpukul dengan insiden kekerasan terhadap anak yang terjadi di wilayah mereka. Banyak yang menyerukan agar pelaku dihukum seberat-beratnya untuk memberikan efek jera.

Kasus ini juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan orang tua dalam memilih lingkungan dan orang-orang yang dekat dengan anak mereka. Kekerasan terhadap anak seringkali terjadi justru dari orang-orang yang seharusnya melindungi mereka.

Penting: Perlindungan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap keluarga dan masyarakat. Setiap kasus kekerasan terhadap anak harus ditangani dengan serius oleh pihak berwajib.