Kabar mengenai warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam prostitusi anak di Jakarta dan Bekasi menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kepolisian telah mengambil langkah dengan mengusut dugaan kasus tersebut.
Polda Metro Jaya Bergerak Cepat
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa Direktorat Siber bersama Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) saat ini sedang mendalami kasus ini.
"Isu yang beredar ada warga negara asing yang mengeksploitasi anak di satu wilayah. Direktorat Siber dan PPA-PPO sedang mendalami kejadian tersebut," ujar Kombes Budi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (11/5/2026).
Ia mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait dugaan prostitusi anak untuk melapor ke nomor 110 atau langsung ke kantor polisi. Polisi berkomitmen menindak tegas setiap pelanggaran hukum.
"Kita tidak akan memberikan ruang tentang eksploitasi anak," tegasnya.
Faktor Pendorong dan Prioritas Pengusutan
Kombes Budi menambahkan bahwa kasus ini menjadi prioritas utama. Ia mengungkapkan beberapa faktor yang membuat anak-anak rentan terjerumus dalam prostitusi, antara lain faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan sekitar.
"Memang ada faktor ekonomi, ada faktor sosial, ada faktor karena lingkungan sekitar. Tapi nanti kami akan dalami. Yang penting kasus ini akan menjadi prioritas karena terkait dengan anak, perempuan, dan kaum rentan," jelasnya.
Polisi berjanji akan menjaga ruang yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak-anak.
Ramai di Media Sosial
Di platform media sosial X, beredar dugaan bahwa WN Jepang saling berbagi informasi tentang prostitusi anak. Mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang melalui cuitan yang dibuat di X.
Para pelaku diduga memiliki kecenderungan seks menyimpang, yakni pedofil, yang mengincar korban anak-anak di Jakarta hingga Bekasi. Mereka saling mengomentari dan berbagi cerita soal pengalaman prostitusi anak di Indonesia. Diduga para pelaku terikat dalam jaringan internasional yang mengincar prostitusi anak di berbagai negara.



