Jakarta - Polisi berhasil menangkap seorang pegawai warung sate berinisial SH yang diduga mencuri sepeda motor milik rekan kerjanya sendiri. Peristiwa pencurian terjadi di kawasan Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan. Pelaku nekat mencuri motor tersebut untuk membeli narkoba.
Kronologi Penangkapan
Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Riyanto mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban. Polisi kemudian memeriksa rekaman CCTV di lokasi kejadian. Dari rekaman tersebut, terlihat jelas bahwa pelaku adalah karyawan di tempat yang sama.
"Kita cek rekaman CCTV di lokasi. Ternyata pelakunya merupakan anak buah atau karyawan di tempat yang sama. Jadi langsung kita datangi rumahnya untuk diamankan," kata Riyanto kepada wartawan, Sabtu (30/5/2026).
Pencurian Terjadi di Pagi Hari
Peristiwa pencurian terjadi pada Jumat (22/5) sekitar pukul 06.00 WIB di area parkir Warung Sate Maranggi, Jalan Guru Mughni Nomor 7, Karet Semanggi, Setiabudi. Korban memarkirkan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B 5537 SDB dalam kondisi terkunci stang. Namun, saat hendak digunakan kembali, kendaraan tersebut sudah tidak ada di tempat parkir.
Pelaku Mengaku Terdesak Ekonomi
Berdasarkan hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, polisi mengidentifikasi pelaku SH sebagai karyawan di warung makan tersebut selama kurang lebih satu tahun. Menurut Riyanto, pelaku mengaku melakukan pencurian karena terdesak kebutuhan ekonomi dan memiliki utang.
"Pengakuannya untuk kebutuhan sehari-hari karena ada persoalan ekonomi dan utang. Tetapi dari beberapa keterangan saksi, informasinya digunakan juga untuk membeli narkoba," ujarnya.
Motor Masih dalam Pencarian
Pelaku mengambil kendaraan korban menggunakan kunci letter T. Pelaku sempat meminjamkan sepeda motor tersebut kepada seseorang berinisial R. Hingga kini, kendaraan itu masih dalam proses pencarian oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Setiabudi.
Polisi masih mendalami keterangan para saksi terkait dugaan penggunaan hasil kejahatan untuk membeli narkoba. Sementara itu, SH telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum lebih lanjut.
"Motor masih dalam pencarian dan pengembangan terus dilakukan," kata Riyanto.



