Darah Netes dari Plafon Kos di Jakbar, Polisi Bekuk Pembunuh Wanita
Darah Netes dari Plafon Kos Jakbar, Polisi Bekuk Pembunuh

Darah Menetes dari Plafon Kosan

Penghuni kos di Jalan Makaliwe, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, digegerkan oleh tetesan darah yang jatuh dari plafon lantai dua ke lantai satu. Tetesan darah itu terlihat jelas di lantai satu, berasal dari celah plafon yang terbuka. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh tetangga kos di lantai satu yang kemudian melapor ke Call Center Polri 110.

"Jadi pada saat di laporan (Call Center Polri) 110 ini, tetangga yang di lantai satu melaporkan ada darah yang menetes dari atas," tutur Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya saat dihubungi, Jumat (31/7/2026).

Melihat darah tersebut, warga segera meneruskan informasi ke RT dan RW setempat. Tak berselang lama, anggota kepolisian dari Polsek Grogol Petamburan datang ke lokasi untuk memastikan sumber darah. Mereka kemudian menuju kamar kos yang berada tepat di atas tempat tetesan darah itu jatuh.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jasad Muzalipah Ditemukan di Kamar Terkunci

Saat tiba di kamar kos yang dimaksud, polisi mendapati pintu dalam keadaan terkunci. Setelah pintu berhasil dibuka, ditemukan jasad seorang wanita bernama Muzalipah (52) tergeletak di atas kasur. Korban memiliki luka di bagian wajah, dan kondisinya sudah tidak bernyawa.

Penemuan jasad itu kemudian ditangani langsung oleh pihak kepolisian. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi di lokasi. Dari proses inilah polisi kemudian mengidentifikasi pelaku pembunuhan.

Dalam video yang beredar, terlihat tetesan darah segar jatuh ke lantai satu dari plafon yang terbuka. Tetesan itu menjadi petunjuk awal yang mengarahkan penyidik kepada kamar korban di lantai dua. Warga setempat sempat tidak menyangka bahwa di dalam kosan tersebut telah terjadi aksi kekerasan yang berujung maut.

Endang, Kekasih Korban, Ditangkap

Polisi menangkap pria bernama Endang (54) terkait kasus pembunuhan itu. Endang adalah kekasih korban. Ia ditangkap di rumahnya di Cilandak, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/7) pukul 23.00 WIB. Penangkapan dilakukan sekitar empat jam setelah peristiwa pembunuhan yang terjadi pukul 19.00 WIB.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku yang merupakan kekasih korban mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena hubungan asmaranya dengan wanita lain diketahui oleh korban," kata Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy.

Motif dan Jalannya Pembunuhan

Peristiwa itu terjadi di kamar indekos korban di Jalan Makaliwe. Sebelum pembunuhan, pelaku dan korban terlibat pertengkaran hebat. Penyebabnya adalah perselingkuhan Endang yang terbongkar. Korban mengetahui bahwa Endang menjalin hubungan asmara dengan wanita lain.

Dalam suasana yang memuncak, Endang mengambil sebuah palu dan memukul kepala korban sebanyak empat kali. Korban yang merupakan perempuan berusia 52 tahun itu tewas seketika. "Hal tersebut memicu pertengkaran hebat hingga akhirnya pelaku mengambil sebuah palu dan memukul kepala korban sebanyak empat kali hingga korban meregang nyawa," ujarnya.

Setelah melakukan aksinya, Endang meninggalkan lokasi. Namun upaya pelariannya tidak berlangsung lama. Tim Resmob Polda Metro Jaya dan Polsek Grogol Petamburan berhasil membekuk pelaku di kediamannya. Saat penangkapan, Endang sempat melawan dan membahayakan petugas sehingga terpaksa dilumpuhkan.

Pasal yang Menjerat Pelaku

Endang kini ditahan dan dijerat Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku serta melengkapi berkas perkara.

Kasus ini menambah catatan kekerasan dalam hubungan asmara yang berujung kematian. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan masalah pribadi dengan kekerasan dan segera melapor jika mengalami ancaman dari pasangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga