Balita Tewas Dibunuh Paman ODGJ di Bekasi, Nenek Cuci Pisau karena Panik
Balita Tewas Dibunuh Paman ODGJ di Bekasi

Seorang balita berusia dua tahun ditemukan tewas dengan belasan luka tusuk di Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pelaku diduga adalah pamannya sendiri, G (18), yang mengalami gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kronologi Kejadian

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa korban sehari-hari tinggal bersama neneknya, M, dan pamannya. Korban telah diasuh oleh sang nenek sejak berusia dua minggu.

Jasad korban ditemukan oleh neneknya pada Rabu (27/5) di dalam kamar sebuah kontrakan di Jatisampurna. Saat ditemukan, korban berada bersama pamannya yang juga dalam kondisi bersimbah darah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Iya, betul (korban ditemukan dengan luka tusuk). Itu (korban ditemukan bersama) omnya. Ditemukan di kamar. Jadi itu bentuk kontrakan, sudah ada dapur dan kamarnya jadi satu," kata Andi pada Kamis (28/5).

"Iya, memang sehari-harinya selama ini dititip. Jadi, balita ini sudah lama tinggal, sejak dua minggu setelah dilahirkan, yang merawat adalah neneknya," sambung Andi.

Keseharian Nenek Korban

Polisi menjelaskan bahwa M berjualan bahan kue untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia berangkat pada pagi hari dan pulang pada malam hari.

Pada Rabu (27/5) sekitar pukul 22.00 WIB, nenek M menemukan korban tewas dan anaknya bersimbah darah. Saat itu, M hendak membuka kunci kontrakan namun pintu terkunci. Setelah mendapatkan kunci cadangan, ia melihat korban A dan SG tergeletak dengan usus korban yang sudah terurai. SG tergeletak dan mencoba bunuh diri, lalu segera dilarikan ke rumah sakit.

Penemuan Pisau dan Tindakan Nenek

Nenek korban sempat menemukan pisau di dekat tubuh korban. Namun, karena panik, ia mencuci pisau tersebut.

"Iya, sempat dia (nenek) cuci (pisau) karena syok, refleks, dan spontanitas. Nah, dia langsung mencuci pisaunya," ujar Andi.

"Ditemukan di kontrakan itu juga. Iya (pisau ditemukan dekat korban)," ucapnya.

Kondisi Korban dan Pelaku

Andi mengatakan korban mengalami belasan luka tusuk serta luka sayatan di pipi. Sedangkan pamannya mengalami luka tusuk di dada dan pipi.

"(Lukanya) di kepala, wajah, di badan, di selangkangannya juga. Jadi, banyak luka tusukan dan luka iris itu. Pipinya juga diiris (korban). Diiris sampai terbuka mulut pipinya. Saya rasa lebih dari sepuluh lukanya," jelas Andi.

"Jadi, (omnya) luka tusuknya ada di dada, kemudian di pipi kiri dan kanan," tambahnya.

Saat ini, paman korban tengah menjalani perawatan medis karena kondisinya kritis. Polisi menyampaikan bahwa paman korban diduga sebagai pelaku pembunuhan.

"Lagi masih dalam perawatan di rumah sakit (pamannya). Untuk saat ini masih kita dalami, tapi masih terduga. Karena menunggu yang bersangkutan, kemarin kondisinya kritis. Kita tunggu kondisinya baik dulu. Sudah diberikan obat. Insyaallah kita lanjutkan untuk diminta keterangan," ucapnya.

Dugaan Gangguan Jiwa

Andi menyampaikan, berdasarkan keterangan nenek korban, paman korban pernah dibawa ke psikiater. Paman korban mengalami gangguan kejiwaan.

"Iya, berdasarkan hasil penyelidikan kita dan investigasi di lapangan, kita juga mendapatkan informasi dari ibu yang bersangkutan. Memang sebelumnya korban tersebut pernah dibawa ke psikiater. Dan memang ada gangguan kejiwaan dan rutin mengonsumsi obat," tuturnya.

Namun, dalam dua hari belakangan, paman korban tidak mengonsumsi obat karena nenek korban tidak mampu membeli obat.

"Namun, dua hari ini dia tidak konsumsi obat dikarenakan, nenek korban tidak ada uang untuk membeli lagi obatnya," tutupnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga