Setahun Pascakebakaran, Pedagang Taman Puring Tagih Janji Revitalisasi
Setahun Pascakebakaran, Pedagang Taman Puring Tagih Janji

Jakarta – Tepat satu tahun setelah kebakaran hebat melanda Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan, pada 28 Juli 2025, para pedagang masih menanti realisasi janji Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun kembali pasar tersebut. Hingga kini, belum ada perbaikan signifikan yang dilakukan, dan para pedagang mulai kehilangan kesabaran.

Pedagang Tagih Janji Gubernur

Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian dari Pemprov DKI. “Bahwa janji Pak Gubernur akan membangun pasar kembali seperti awal, statement Pak Gubernur itu, kami tetap menunggu dan berharap,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) memang telah melakukan peninjauan di lokasi, namun rencana pembangunan yang sempat mencuat justru mengarah pada pembangunan Taman Difabel, bukan revitalisasi pasar. Hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan pedagang yang merasa janji awal belum ditepati.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pendapatan Pedagang Anjlok, Banyak yang Pindah

Dampak ekonomi pascakebakaran masih terasa berat. Asmun mengungkapkan bahwa dari total lebih dari 500 pedagang sebelum kebakaran, kini hanya sekitar 150–200 pedagang yang masih aktif berdagang di lokasi. “Sementara yang masih aktif berdagang ya karena dengan kondisi yang seperti ini masih sekitar hampir separuhnya, kurang lebihnya antara 150 sampai 200-an pedagang,” katanya.

Pendapatan harian mereka pun merosot tajam. Sebelum kebakaran, omzet normal bisa mencapai lebih dari Rp 200 ribu per hari, namun kini angka tersebut menjadi tidak menentu. Banyak pedagang yang memilih pindah ke lokasi lain demi menyambung hidup.

Taman Puring: Bagian dari Ekonomi Jakarta

Asmun menegaskan bahwa Pasar Taman Puring memiliki peran penting dalam perekonomian ibu kota. “Setelah kami kebakaran habis semuanya, tiba-tiba ada statement lain selain ada pembangunan untuk dibangun pasar kembali, terutama untuk dibangun apa itu namanya taman apa itu. Harapan kami tetap saya menunggu janji Pak Gubernur,” tuturnya.

Saat ini, 180 pedagang masih bertahan di bekas lokasi kebakaran, berjualan di tengah puing-puing dengan harapan pemerintah segera merealisasikan pembangunan kembali.

Janji Revitalisasi Gubernur Pramono Anung

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya menyatakan bahwa revitalisasi akan dilakukan setelah ada kesepakatan internal di antara para pedagang. “Saya sudah dua kali menerima para pedagang Taman Puring. Ketika kebakaran terjadi, saya sudah berkeinginan untuk segera melakukan perbaikan,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa rencana perbaikan sempat tertunda karena adanya penolakan dari sebagian pedagang yang sempat viral di media sosial. “Kondisi tersebut membuat Pemprov DKI Jakarta menahan sementara langkah revitalisasi agar tidak menimbulkan gesekan. Pada waktu itu, asosiasi pedagang ada yang kemudian menolak untuk dilakukan perbaikan secara terbuka dan viral,” terangnya.

Pramono juga menyebut bahwa mayoritas pedagang di Pasar Taman Puring berasal dari Jawa Timur, khususnya masyarakat Madura, yang memiliki hubungan baik dengannya. “Saya cukup dekat dengan itu. Jadi saya ingin prosesnya berjalan baik, tanpa ada lagi penolakan seperti sebelumnya,” katanya. Ia menekankan komitmennya untuk memulihkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. “Saya bilang, tolong dipastikan dulu, diselesaikan dulu di internal,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan revitalisasi akan dimulai. Para pedagang berharap pemerintah segera merealisasikan janji tersebut agar mereka dapat kembali berdagang dengan normal dan perekonomian kawasan dapat pulih.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga