Jakarta, Nusantara Daily – Eross Candra, gitaris sekaligus musisi Sheila On 7, menegaskan bahwa radio memiliki peran yang sangat besar dalam membuka jalan karier band yang telah membesarkan namanya. Menurut Eross, tanpa dukungan radio, perjalanan Sheila On 7 menuju puncak popularitas mungkin tidak akan semulus yang kita saksikan saat ini.
“Sheila On 7 itu mungkin jalannya enggak akan semulus ini kalau tidak dibukakan jalan oleh radio. Radio itu kayak apa namanya ya, kita kayak anak-anak yang dibukakan pintu sama orang tuanya. Ya, orang tuanya si radio ini ke dunia yang sangat luas,” ujar Eross saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).
Radio Sebagai Jembatan Menuju Publik
Eross menjelaskan bahwa radio bukan sekadar media pemutar lagu, melainkan jembatan yang menghubungkan musisi dengan pendengar dari berbagai kalangan. Pada era ketika Sheila On 7 mulai merintis, radio menjadi salah satu sarana utama bagi band untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat luas. Hal ini berbeda dengan era digital sekarang yang menawarkan banyak platform seperti podcast dan media sosial.
“Dulu, kalau lagu kita diputar di radio, itu artinya lagu kita didengar oleh banyak orang sekaligus. Rasanya seperti mendapat pengakuan,” tambah Eross. Menurutnya, dukungan radio tidak hanya sekadar memutar lagu, tetapi juga memberikan validasi bahwa musik mereka layak untuk didengarkan publik.
Mengenang Awal Mula dengan Singel “Kita”
Dalam kesempatan tersebut, Eross juga mengenang kembali awal perjalanan Sheila On 7 saat merilis lagu “Kita” sebagai singel pertama mereka. Lagu tersebut menjadi titik awal yang membawa nama Sheila On 7 dikenal luas. Eross mengaku bahwa momen tersebut sangat berkesan karena lagu “Kita” berhasil menarik perhatian pendengar radio dan menjadi langkah awal yang menentukan.
“Waktu itu kami masih sangat muda dan belum banyak dikenal. Ketika lagu 'Kita' mulai diputar di radio-radio, kami merasa seperti mimpi. Banyak orang yang kemudian mulai mengenal kami,” kenang Eross. Keberhasilan singel pertama ini, menurut Eross, tidak lepas dari peran radio yang mau memberikan ruang bagi karya-karya baru.
Radio dan Transformasi Industri Musik
Eross juga menyoroti perubahan besar dalam industri musik Indonesia, di mana radio kini harus bersaing dengan platform digital seperti podcast dan layanan streaming. Meski demikian, ia menilai radio tetap memiliki tempat istimewa di hati para musisi dan pendengar setianya. “Radio itu punya karakter yang khas. Ada kehangatan yang sulit digantikan oleh teknologi,” ujarnya.
Menurut Eross, meskipun cara orang mendengarkan musik telah berubah, esensi radio sebagai media yang mendekatkan musisi dengan pendengar tidak akan pernah pudar. Ia berharap radio tetap bisa bertahan dan terus mendukung musisi-musisi baru untuk berkarya.
Harapan untuk Musisi Muda
Di akhir wawancara, Eross memberikan pesan untuk para musisi muda yang sedang berjuang. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan semua platform yang ada, termasuk radio, untuk memperkenalkan karya. “Jangan pernah meremehkan radio. Siapa tahu, dari radio itulah pintu kesuksesan terbuka,” tutup Eross.



