Rusia Hantam Gudang Penerbit Ukraina, 8 Juta Buku Hangus
Rusia Hantam Gudang Penerbit Ukraina, 8 Juta Buku Hangus

Serangan Rusia menghantam sebuah gudang penerbit di timur laut Ukraina pada akhir pekan kemarin, menghancurkan sekitar 8 juta buku. Peristiwa ini terjadi di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, dan langsung memicu kecaman dari penerbit setempat.

Serangan Drone dan Rudal Rusia

Menurut laporan AFP pada Senin (3/8/2026), serangan tersebut dilakukan dengan drone dan rudal pada Sabtu (1/8) malam. Seorang reporter AFP yang berada di lokasi melihat petugas pemadam kebakaran berjuang keras memadamkan api yang berkobar di gudang milik penerbit Ranok, beberapa jam setelah serangan dilancarkan.

Penerbit Ranok, yang menjadi korban serangan, menyatakan bahwa lebih dari 8 juta buku telah hangus terbakar, termasuk buku teks untuk anak-anak. Dalam pernyataan resminya di media sosial, Ranok menegaskan bahwa api masih berkobar dan musuh berusaha membakar pendidikan dan budaya Ukraina.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kerugian Terbesar Infrastruktur Buku

Direktur penerbit, Viktor Kruglov, menyebut serangan ini sebagai "serangan terhadap pendidikan dan budaya Ukraina." Ia menambahkan bahwa ini merupakan kerugian terbesar bagi infrastruktur buku Ukraina sejak awal perang skala penuh yang dimulai pada Februari 2022.

Serangan ini bukan yang pertama kali menargetkan pusat penerbitan di Ukraina. Sebulan sebelumnya, sebuah gudang di dekat Kyiv juga dibakar, menghanguskan 800.000 buku. Gudang tersebut milik penerbit yang portofolionya mencakup karya-karya George Orwell dan Barack Obama.

Dampak Terhadap Pendidikan dan Budaya

Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga simbolis. Buku-buku yang hancur termasuk buku teks yang sangat dibutuhkan untuk pendidikan anak-anak Ukraina di tengah konflik yang berk berkepanjangan.

Sepanjang invasi yang berlangsung lebih dari empat tahun, Rusia sering menyerang museum, galeri, studio film, gereja, dan situs-situs penting budaya lainnya di Ukraina. Serangan terhadap gudang penerbit ini menambah daftar panjang kehancuran infrastruktur budaya yang menjadi korban perang.

Reaksi dan Kecaman

Ranok, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa "Api masih berkobar. Musuh berusaha membakar pendidikan dan budaya kita." Kruglov juga menyatakan bahwa ini adalah upaya sistematis untuk menghancurkan identitas dan masa depan bangsa Ukraina.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Sebelumnya, drone Ukraina menghantam resor Rusia di Laut Hitam, menewaskan enam orang. Kedua pihak saling melancarkan serangan balasan, dengan korban jiwa terus berjatuhan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari pemerintah Rusia mengenai serangan terhadap gudang penerbit tersebut. Namun, dampaknya terhadap dunia penerbitan dan pendidikan Ukraina diperkirakan akan terasa dalam jangka panjang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga