Pengacara Epstein Tuntut CIA dan NSA Buka Dokumen Koneksi Intelijen Klien
Pengacara Epstein Tuntut CIA Buka Dokumen Koneksi Intelijen

Pengacara Epstein Tuntut CIA dan NSA Buka Dokumen Koneksi Intelijen Klien

Pengacara yang mewakili harta warisan mendiang Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seks anak, telah mengajukan permintaan resmi kepada Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dan Badan Keamanan Nasional (NSA). Permintaan tersebut meminta kedua lembaga intelijen tersebut untuk merilis semua dokumen yang terkait dengan potensi koneksi intelijen yang melibatkan klien mereka.

Laporan dari The Washington Post mengungkapkan bahwa pengacara tersebut secara formal meminta agar CIA dan NSA mengungkapkan dokumen apa pun yang menunjukkan hubungan operasional, afiliasi, koneksi intelijen, atau informasi intelijen apa pun yang disembunyikan terkait dengan Epstein. Permintaan ini menambah misteri seputar kasus Epstein yang telah menarik perhatian global.

Berita Internasional Lain yang Menarik Perhatian

Selain perkembangan kasus Epstein, berikut adalah berita-berita internasional utama yang menjadi sorotan pada Selasa, 10 Februari 2026:

Trump Tegaskan Penolakan terhadap Aneksasi Tepi Barat oleh Israel

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan sikapnya yang menentang aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Penegasan ini disampaikan setelah kabinet keamanan Israel menyetujui langkah-langkah untuk memperdalam kendali atas wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Kritikan global, termasuk dari Uni Eropa, Inggris, Arab Saudi, Qatar, dan Turki, menghujani Israel atas langkah tersebut. Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya menegaskan bahwa Trump tetap konsisten dalam penolakannya terhadap aneksasi oleh sekutu dekat AS itu.

Arab Saudi dan Negara Muslim Kecam Langkah Israel

Arab Saudi bersama sejumlah negara Arab dan negara mayoritas Muslim lainnya, termasuk Indonesia, secara resmi mengecam langkah Israel untuk memperdalam kendali atas Tepi Barat. Negara-negara tersebut menegaskan bahwa Tel Aviv tidak memiliki kedaulatan atas wilayah tersebut.

Kecaman ini disampaikan dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh para Menteri Luar Negeri dari negara-negara tersebut pada Senin, 9 Februari 2026, waktu setempat. Pernyataan ini menekankan solidaritas internasional dalam menentang ekspansi Israel.

Ketegangan AS-Iran Meningkat dengan Penerbangan Pesawat Pengintai

Pesawat pengintai maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Laut AS terdeteksi mengudara di dekat Iran, bahkan melakukan penerbangan bolak-balik, pekan ini. Deteksi ini bersamaan dengan pengerahan aset militer besar-besaran AS ke Timur Tengah, tepatnya di dekat Iran.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan pada akhir Januari bahwa "armada besar" dan kapal-kapal "sangat besar, sangat kuat" sedang berlayar ke Iran. AS telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta tiga kapal penghancur rudal ke Laut Arab, dengan dua kapal perang terdeteksi di dekat Selat Hormuz dan satu di Laut Merah.

Israel Gempur Lebanon, Menewaskan Empat Orang Termasuk Seorang Anak

Pasukan Israel menewaskan empat orang, termasuk seorang anak, dalam serangannya di Lebanon selatan. Serangan ini terjadi dalam dua insiden terpisah yang menurut militer Israel menargetkan anggota kelompok Hizbullah.

Dalam insiden ketiga, pasukan Israel menangkap seorang pejabat dari al-Jamaa al-Islamiya, sebuah kelompok Sunni Lebanon, selama penggerebekan pada Senin waktu setempat. Militer Israel menggambarkannya sebagai "teroris senior" dan mengatakan dia dipindahkan ke Israel untuk diinterogasi.

Israel telah melakukan serangan reguler di Lebanon sejak perang tahun 2024 dengan Hizbullah, menewaskan sekitar 400 orang sejak gencatan senjata, menurut data dari sumber keamanan Lebanon.

Kembali ke Kasus Epstein: Tuntutan untuk Transparansi Intelijen

Permintaan pengacara Epstein kepada CIA dan NSA untuk membuka dokumen koneksi intelijen kembali menyoroti kompleksitas kasus ini. Laporan The Washington Post menegaskan bahwa pengacara tersebut ingin mengungkap informasi apa pun yang mungkin disembunyikan terkait kliennya.

Kasus Epstein terus menjadi perhatian publik, dengan tuntutan transparansi ini berpotensi mengungkap fakta-fakta baru yang selama ini tersembunyi. Permintaan resmi ini diajukan pada Senin, 9 Februari 2026, waktu setempat, dan kini menunggu respons dari lembaga intelijen AS.