Istana Buckingham Siap Bukung Polisi Selidiki Dugaan Dokumen Rahasia Pangeran Andrew
Istana Buckingham Siap Bukung Polisi Selidiki Pangeran Andrew

Istana Kerajaan Inggris Siap Bantu Penyelidikan Polisi Terkait Pangeran Andrew

Istana Buckingham secara resmi menyatakan kesiapan untuk mendukung kepolisian dalam penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap mantan Pangeran Andrew, Andrew Mountbatten-Windsor. Pernyataan ini muncul menyusul laporan bahwa kepolisian Inggris sedang menyelidiki dugaan bahwa Andrew membagikan dokumen rahasia kepada mendiang pelaku kejahatan seks Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, selama masa jabatannya sebagai utusan perdagangan Inggris.

Pernyataan Resmi Istana Buckingham

Dalam pernyataan resminya, Istana Buckingham menegaskan bahwa meskipun tanggung jawab untuk menanggapi klaim spesifik berada di tangan Mountbatten-Windsor sendiri, pihak kerajaan akan bekerja sama dengan penyelidikan kepolisian mana pun. "Jika kami dihubungi oleh Kepolisian Thames Valley, kami siap mendukung mereka seperti yang Anda harapkan," bunyi pernyataan tersebut. Istana juga mengulangi posisinya mengenai korban pelecehan seksual, menyatakan bahwa pikiran dan simpati Yang Mulia tetap bersama para korban segala bentuk pelecehan.

Dugaan Pembagian Dokumen Rahasia

Penyelidikan ini dipicu oleh rilis kumpulan baru dokumen Epstein oleh Departemen Kehakiman AS pada 30 Januari lalu. Dokumen-dokumen tersebut memuat korespondensi email yang tampaknya menunjukkan Andrew meneruskan informasi rahasia kepada Epstein. Satu email tertanggal 30 November 2010 tampaknya berisi "laporan kunjungan untuk Vietnam, Singapura, Hong Kong, dan Shenzhen" terkait kunjungan resminya ke Asia Tenggara. Email terpisah pada Malam Natal 2010 tampak menunjukkan Andrew membagikan pengarahan rahasia tentang peluang investasi di Provinsi Helmand, Afghanistan.

Keprihatinan Raja Charles III dan Status Andrew

Istana Buckingham mengungkapkan bahwa Raja Charles III, kakak laki-laki Andrew, telah menyatakan keprihatinan mendalam atas tuduhan yang bermunculan terhadap adiknya tersebut. Andrew, yang kini berusia 65 tahun, telah mengundurkan diri dari tugas kerajaan sejak 2019 saat hubungannya dengan Epstein terungkap ke publik. Dia juga melepaskan semua gelar kerajaannya, termasuk Duke of York, seiring meningkatnya tuduhan terhadapnya.

Pada tahun 2022, Andrew menyelesaikan gugatan perdata yang diajukan Virginia Giuffre, seorang wanita AS yang menuduh Epstein memperdagangkan dirinya kepada Andrew ketika dia berusia 17 tahun. Giuffre meninggal dunia tahun lalu, dengan memoarnya yang dirilis setelah dia berpulang mencakup beberapa klaim spesifik yang melibatkan Andrew. Andrew secara konsisten membantah telah melakukan pelanggaran hukum apa pun terkait Epstein, dan penyelesaian hukum dengan salah satu korban Epstein tidak dianggap sebagai pengakuan tanggung jawab.

Penyelidikan Kepolisian Thames Valley

Kepolisian Thames Valley di Inggris telah mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki klaim soal Andrew Mountbatten-Windsor membagikan sejumlah dokumen rahasia kepada Epstein. Penyelidikan ini berfokus pada periode ketika Andrew menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris. Meskipun Andrew membantah semua tuduhan, kesiapan Istana Buckingham untuk bekerja sama dengan kepolisian menandai perkembangan signifikan dalam kasus yang telah menarik perhatian internasional ini.