Hoaks Biaya Parkir Tahunan Lewat STNK Mulai 2027, Ini Faktanya
Hoaks Biaya Parkir Tahunan Lewat STNK 2027

Hoaks Biaya Parkir Tahunan Lewat STNK Mulai 2027, Ini Faktanya

Di media sosial, tersebar narasi yang mengklaim adanya biaya parkir tahunan yang akan ditagihkan melalui pelaporan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Informasi tersebut menyebutkan bahwa biaya parkir ini akan berlaku wajib mulai tahun 2027. Namun, berdasarkan penelusuran mendalam dari Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi ini terbukti tidak benar atau merupakan hoaks yang menyesatkan publik.

Penyebaran Narasi di Media Sosial

Narasi mengenai biaya parkir tahunan yang ditagihkan melalui pelaporan STNK ini disebarkan oleh beberapa akun Facebook, termasuk yang diposting pada Sabtu, 14 Februari 2025. Postingan tersebut telah beredar luas dan menarik perhatian banyak pengguna, menimbulkan kekhawatiran akan tambahan beban finansial bagi pemilik kendaraan.

Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa pemerintah akan memberlakukan sistem baru untuk mengumpulkan biaya parkir secara tahunan, yang diintegrasikan dengan proses perpanjangan STNK. Klaim ini membuat banyak orang bertanya-tanya tentang kebenarannya dan potensi dampaknya terhadap anggaran rumah tangga.

Hasil Penelusuran Tim Cek Fakta

Tim Cek Fakta Kompas.com telah melakukan investigasi menyeluruh terhadap narasi ini. Mereka memeriksa sumber resmi dari pemerintah dan instansi terkait, serta menganalisis kebijakan yang berlaku saat ini. Hasilnya, tidak ada rencana atau regulasi yang mengindikasikan pemberlakuan biaya parkir tahunan melalui STNK mulai 2027.

Fakta yang terungkap menunjukkan bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Tidak ada dasar hukum atau pernyataan resmi dari pihak berwenang yang mendukung klaim tersebut. Narasi ini kemungkinan besar dibuat untuk menciptakan kepanikan atau disinformasi di kalangan masyarakat.

Tim Cek Fakta juga menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya lebih lanjut. Mereka mendorong publik untuk selalu merujuk pada sumber terpercaya, seperti situs resmi pemerintah atau media kredibel, untuk menghindari tertipu oleh berita palsu.

Dampak dan Imbauan

Penyebaran hoaks seperti ini dapat menyebabkan kebingungan dan kecemasan di masyarakat, terutama terkait isu finansial yang sensitif. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk lebih kritis dalam menerima informasi dari media sosial.

Pastikan untuk selalu mengecek kebenaran berita sebelum membagikannya, agar tidak turut menyebarkan disinformasi yang dapat merugikan banyak orang. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama memerangi hoaks dan menjaga ekosistem informasi yang sehat dan akurat.