Viral 3 Pria Keroyok Penjaga Perlintasan KA di Garut, Dipicu Teguran
Viral 3 Pria Keroyok Penjaga Perlintasan KA di Garut

Video pengeroyokan terhadap petugas penjaga perlintasan kereta api di Kabupaten Garut, Jawa Barat, viral di media sosial. Peristiwa itu diduga dipicu pelaku yang tak terima ditegur setelah menerobos perlintasan saat palang pintu telah tertutup.

Kronologi Kejadian

Insiden terjadi di pos jaga perlintasan sebidang JPL 227 Leuwigoong pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu petugas menerima informasi akan melintasnya KA Serayu dan menutup pintu perlintasan. Namun, seorang pengendara sepeda motor justru menerobos masuk. Petugas kemudian memberikan teguran, namun teguran itu direspons dengan tindakan arogan.

Pengendara tersebut kembali ke pos bersama dua orang lainnya dan melakukan pengeroyokan terhadap petugas. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat para pelaku mengejar petugas hingga masuk ke dalam bangunan pos jaga. Meski detail di dalam ruangan tidak terekam sepenuhnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan petugas menjadi korban kekerasan fisik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Alami Luka Lebam dan Goresan

Manajer Humas Daop 2 PT KAI, Kuswardojo, mengungkapkan bahwa penjaga perlintasan JPL 227 Leuwigoong mengalami luka lebam di wajah serta luka gores di tangan. "Penjaga perlintasan JPL 227 Leuwigoong mengalami luka lebam di wajah serta luka gores di tangan," ujarnya.

Kuswardojo menuturkan, pihaknya sangat mengecam tindakan arogan tersebut. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan diproses hukum.

Polisi Buru Tiga Pelaku

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra menjelaskan, saat ini pihaknya tengah memburu tiga orang pria yang melakukan aksi pengeroyokan tersebut. "Kasusnya sedang dalam proses penyelidikan kami," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi mengenai identitas atau keberadaan para pelaku. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi untuk melapor ke pihak berwajib.

Kecaman dari Berbagai Pihak

Peristiwa ini menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat. Dedi Mulyadi, misalnya, mengutuk aksi ketiga pria yang disebutnya sebagai "bang jago" tersebut. Ia menilai tindakan itu sangat tidak manusiawi dan meresahkan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga