Rumah milik seorang janda berinisial EP (37) di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, diduga dibakar oleh mantan suaminya pada Kamis (16/7) dini hari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dan menyebabkan sebagian bangunan rumah serta satu unit sepeda motor Honda PCX ludes terbakar. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Kronologi Kebakaran
Menurut keterangan tetangga korban, Narko (38), ia mendengar suara riuh dan teriakan minta tolong dari rumah korban. "Waktu saya istirahat, saya mendengar suara riuh dan suara minta tolong dari sebelah, itu sekitar pukul 01.30 WIB. Saat keluar sudah ada api tapi masih kecil. Terus saya sama [tetangga] depan rumah cari air, karena air di dalam rumah sudah mati. Akhirnya ambil air sanyo dari rumah warga masing-masing sambil nunggu damkar," ujar Narko. Api dengan cepat membesar dan membakar bagian depan rumah, sehingga hampir seluruh perabotan dan satu unit sepeda motor Honda PCX tidak dapat diselamatkan.
Upaya Pemadaman
Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menjelaskan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 02.05 WIB. Tim Damkar Pos Pare diberangkatkan tiga menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 02.20 WIB. Satu unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter dengan enam personel dikerahkan. Setelah berjibaku lebih dari dua jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB.
Dugaan Tindak Pidana
Berdasarkan keterangan di lapangan, kebakaran diduga dipicu aksi pembakaran yang dilakukan oleh mantan suami korban. "Kebakaran tersebut diduga dilakukan dengan sengaja oleh mantan suami, yang datang ke lokasi sebelum kebakaran terjadi. Sebelum kejadian, yang bersangkutan dengan sengaja menyiram BBM ke motor dan dengan cepat membesar hingga membakar sebagian bangunan rumah tersebut," jelas Kaleb. Kapolsek Plosoklaten AKP Didik Suryono mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman kasus. "Masih berproses," kata Didik.
Korban dan Kerugian
Saat kejadian, korban tinggal bersama dua anaknya yang masih berusia pelajar, masing-masing duduk di bangku SD dan SMK. Beruntung tidak ada korban luka maupun jiwa. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar, sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan senilai Rp200 juta.



