Polri Gelar Operasi Penertiban Truk di Seluruh Jalan Tol Nasional
Berdasarkan perintah langsung dari Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho, jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas) bergerak serentak melakukan penertiban besar-besaran terhadap kendaraan angkutan barang di sejumlah ruas jalan tol pada Minggu (15/2) malam. Operasi ini dilaksanakan dengan berkoordinasi dan berkolaborasi erat bersama petugas Jasa Marga di lapangan, bertujuan untuk menekan angka kecelakaan dan kemacetan yang kerap terjadi di jaringan jalan bebas hambatan.
Fokus Penertiban pada Pelanggaran Parkir dan Muatan Berlebih
Dari video yang diterima media, personel Polantas menyisir ruas-ruas vital termasuk Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cipularang, dan Tol Merak. Fokus utama operasi malam itu adalah menertibkan truk yang parkir atau berhenti di bahu jalan, serta kendaraan yang melanggar aturan muatan dan dimensi, dikenal sebagai Over Dimension Overload (ODOL). Irjen Agus menegaskan dalam keterangannya pada Senin (16/2), "Penertiban di seluruh jalan tol, perintah langsung dari saya. Semuanya demi ketertiban lalu lintas dan keselamatan."
Dalam video penertiban yang dibagikan, terlihat Polantas menghampiri truk-truk besar yang berhenti di bahu jalan. Para pengemudi truk yang kedapatan berhenti bukan karena darurat langsung diminta melanjutkan perjalanan dan diberikan edukasi mengenai bahaya berhenti di area tersebut. Bahu jalan tol hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang mengalami gangguan teknis atau kondisi darurat. Parkir sembarangan di lokasi ini sering menjadi pemicu kecelakaan tabrak belakang yang fatal, terutama pada malam hari saat jarak pandang terbatas.
Operasi Berkelanjutan Menyambut Ramadan
Selain masalah bahu jalan, Polantas juga memperketat pengawasan terhadap truk ODOL. Langkah ini sejalan dengan desakan dari berbagai pihak, termasuk Komisi III DPR RI, yang menyoroti maraknya truk masuk ke lajur kanan (lajur cepat) sehingga memicu kemacetan parah di jam sibuk. Kakorlantas memastikan operasi ini akan dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan, terutama menjelang peningkatan mobilitas masyarakat menyambut bulan Ramadan. Masyarakat diminta untuk terus mematuhi rambu-rambu demi keselamatan bersama.
Operasi penertiban ini mencakup aspek-aspek kritis seperti:
- Penindakan terhadap truk yang parkir liar di bahu jalan tol.
- Pemeriksaan ketat terhadap pelanggaran muatan dan dimensi kendaraan.
- Edukasi kepada pengemudi mengenai keselamatan berkendara di jalan tol.
- Kolaborasi dengan Jasa Marga untuk pengawasan yang lebih efektif.
Dengan langkah proaktif ini, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kelancaran lalu lintas di seluruh ruas tol nasional.