Polres Jaksel Perkuat Kolaborasi dengan 3 Pilar dan Ojol untuk Keamanan Masyarakat
Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas kejahatan jalanan dan premanisme yang mengganggu ketenteraman warga. Upaya ini diwujudkan melalui apel gabungan yang melibatkan empat polsek serta kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.
Apel Gabungan untuk Cipta Kondisi Aman di Rayon Tengah
Pada Sabtu (4/4/2026), pukul 23.00 WIB, digelar Apel Gabungan Operasi Cipta Kondisi Rayon Tengah di Taman Literasi Blok M, Kelurahan Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jaksel. Kegiatan ini dipimpin oleh Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Hendro Sukmono, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat kepolisian setempat.
Menurut keterangan dari akun Instagram Polsek Metro Kebayoran Baru, @polsek_metro_kebayoran_baru, apel ini melibatkan Polsek Metro Kebayoran Baru, Polsek Kebayoran Lama, Polsek Cilandak, dan Polsek Pesanggrahan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi dan menekan potensi kejahatan jalanan serta aksi premanisme di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan, khususnya di Rayon Tengah.
Sinergi dengan 3 Pilar dan Komunitas Ojek Online
Dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Jaksel tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng jajaran pemerintah kota (pemkot) dan unsur TNI, yang sering disebut sebagai 3 Pilar, untuk memperkuat pengawasan. Selain itu, kepolisian juga merangkul masyarakat umum dan komunitas ojek online (ojol) guna menjaga situasi di Jaksel tetap kondusif.
Wakapolres menekankan dalam arahannya bahwa seluruh personel harus melaksanakan patroli secara maksimal, humanis, namun tetap tegas dalam menindak segala bentuk gangguan kamtibmas yang meresahkan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman tanpa menimbulkan ketakutan di kalangan warga.
Patroli Skala Besar dan Hasil yang Kondusif
Setelah apel gabungan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan patroli skala besar oleh personel gabungan di titik-titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah Rayon Tengah. Selama pelaksanaan patroli, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, menunjukkan efektivitas dari operasi ini.
Kolaborasi antara kepolisian, 3 Pilar, dan komunitas ojol ini diharapkan dapat menjadi model untuk pencegahan kejahatan di daerah lain. Dengan melibatkan berbagai pihak, upaya menjaga keamanan menjadi lebih komprehensif dan responsif terhadap dinamika sosial di masyarakat.
Keberhasilan ini juga menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program keamanan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih nyaman dan bebas dari ancaman premanisme serta kejahatan jalanan.



