Monyet Peliharaan Serang Balita hingga Tewas di Pamekasan, Pemilik Bunuh Hewan Tersebut
Monyet Serang Balita Tewas di Pamekasan, Pemilik Bunuh Hewan

Monyet Peliharaan Serang Balita hingga Tewas di Pamekasan, Pemilik Bunuh Hewan Tersebut

Sebuah insiden tragis terjadi di Dusun Togur Laok, Desa Sotabar, Pamekasan, Jawa Timur, ketika seorang bocah berusia lima tahun berinisial KI tewas setelah diserang oleh monyet peliharaan. Monyet tersebut merupakan milik warga setempat yang lepas dari ikatan rantainya, memicu serangan brutal terhadap tiga anak yang sedang bermain.

Kronologi Serangan Monyet yang Mematikan

Kapolsek Pasean, AKP Gunarto, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026. Monyet itu menyerang tiga bocah, yaitu W (6 tahun), KA (7 tahun), dan KI (5 tahun), yang sedang bermain di area tersebut. Ketiga bocah tersebut panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri.

W dan KA berhasil melompati pagar rumah sehingga lolos dari kejaran monyet, sementara KI tidak mampu melewati pagar tersebut. Korban sempat berusaha berlari menuju kamar di samping rumah untuk bersembunyi, namun pintunya terkunci, membuatnya terjebak di luar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Monyet kemudian menyerang KI dengan ganas, menyebabkan luka serius berupa sobekan pada paha kanan akibat gigitan hewan tersebut. Meskipun korban sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke Rumah Sakit Waru, nyawanya tidak tertolong. AKP Gunarto menegaskan bahwa upaya penyelamatan dilakukan dengan cepat, tetapi kondisi korban sudah terlalu parah.

Pemilik Monyet Tangkap dan Bunuh Hewan Peliharaannya

Usai kejadian, pemilik monyet, Saiful, berhasil menangkap hewan tersebut saat kembali ke rumah. Dalam keputusasaan dan mungkin rasa bersalah, dia kemudian membunuh monyet peliharaannya itu. "Sudah mati dibunuh oleh pemiliknya. Monyetnya memang kembali ke pemiliknya," kata AKP Gunarto, mengonfirmasi tindakan tersebut.

Insiden ini menyoroti risiko memelihara hewan liar seperti monyet tanpa pengamanan yang memadai. Masyarakat setempat diharapkan lebih berhati-hati dalam menjaga hewan peliharaan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan anak-anak di lingkungan sekitar, terutama ketika ada hewan yang berpotensi berbahaya. Otoritas setempat mungkin akan meninjau regulasi terkait pemeliharaan hewan eksotis untuk meningkatkan keamanan publik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga