5 Peluru Meriam Perang Saudara Ditemukan di Koper Penumpang Bandara Alabama
Peluru Meriam Perang Saudara Ditemukan di Koper Bandara

Petugas keamanan bandara di Amerika Serikat menggagalkan upaya membawa artefak bersejarah yang diduga dicuri. Lima peluru meriam dari era Perang Saudara Amerika ditemukan di dalam koper seorang penumpang di Bandara Internasional Gulf Shores, Alabama, pada Sabtu (18/7/2026). Benda-benda tersebut diketahui merupakan artefak yang dicuri dari kawasan Fort Morgan sebelum dimasukkan ke dalam bagasi terdaftar.

Penemuan oleh Mesin Sinar-X

Transportation Security Administration (TSA) menyatakan bahwa penemuan ini terjadi saat petugas melakukan pemeriksaan keamanan rutin menggunakan mesin sinar-X. Petugas melihat sebuah benda berukuran besar yang tidak dapat ditembus sinar-X di dalam salah satu koper penumpang. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukanlah lima peluru meriam yang masing-masing berbobot sekitar 1,8 kilogram.

Menurut keterangan resmi TSA, peluru meriam tersebut diduga kuat berasal dari era Perang Saudara Amerika (1861-1865). Artefak semacam ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan sering menjadi target pencurian di situs-situs bersejarah seperti Fort Morgan, yang merupakan benteng pertahanan pantai yang digunakan selama perang tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dugaan Pencurian dari Fort Morgan

Fort Morgan, yang terletak di ujung selatan Alabama, merupakan salah satu situs bersejarah penting yang menyimpan banyak artefak Perang Saudara. Peluru meriam yang ditemukan tersebut diyakini dicuri dari kawasan tersebut. Pihak berwenang kini tengah menyelidiki bagaimana artefak-artefak itu bisa dibawa keluar dari situs bersejarah tersebut.

"Kami sangat prihatin dengan upaya membawa artefak bersejarah yang dilindungi undang-undang," ujar juru bicara TSA dalam sebuah pernyataan. "Kami bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk memastikan benda-benda tersebut dikembalikan ke tempat yang semestinya."

Dampak dan Penanganan

Penemuan ini langsung ditindaklanjuti dengan menyita kelima peluru meriam tersebut. Penumpang yang membawa koper tersebut kini menghadapi penyelidikan lebih lanjut. TSA mengingatkan bahwa membawa benda-benda bersejarah yang dilindungi adalah tindakan ilegal dan dapat dikenakan sanksi pidana.

Selain itu, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan bandara yang tidak hanya berfokus pada ancaman terorisme, tetapi juga pada pelanggaran hukum lainnya. Mesin sinar-X yang digunakan dalam pemeriksaan rutin berhasil mendeteksi benda-benda yang mencurigakan, termasuk artefak bersejarah yang tidak seharusnya dibawa dalam penerbangan.

Pihak Fort Morgan belum memberikan komentar resmi mengenai insiden ini, namun diharapkan artefak tersebut akan segera dikembalikan ke museum atau tempat penyimpanan yang sesuai. Kejadian ini juga memicu diskusi tentang perlunya pengawasan lebih ketat di situs-situs bersejarah untuk mencegah pencurian serupa di masa mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga