Operasi Pekat 2026 Polda Metro: 347 Kg Narkoba Disita, 1.280 Tersangka Diamankan
Operasi Pekat 2026: 347 Kg Narkoba Disita, 1.280 Tersangka

Operasi Pekat 2026 Polda Metro: 347 Kg Narkoba Disita, 1.280 Tersangka Diamankan

Polda Metro Jaya berhasil melaksanakan Operasi Pekat Jaya 2026 selama 15 hari, dari 28 Januari hingga 11 Februari 2026. Operasi ini menghasilkan penyitaan 347,94 kilogram narkoba berbagai jenis dan penangkapan 1.280 orang tersangka.

Pengungkapan 924 Kasus Narkoba

Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David menyatakan bahwa jajaran Reserse Narkoba telah mengungkap 924 kasus tindak pidana narkoba dalam operasi tersebut. "Kami tegaskan kembali, bahwa dalam pelaksanaan ini, jajaran Reserse Narkoba telah mengungkap sebanyak 924 kasus tindak pidana narkoba dan telah mengamankan 1.280 orang tersangka, dengan jumlah total barang bukti yang kami sita sebanyak 347,94 kilogram," ujar David dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).

David menekankan bahwa hasil ini mencerminkan komitmen Polda Metro dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya. Ia menambahkan bahwa narkoba berpotensi memicu berbagai penyakit masyarakat, termasuk tawuran di wilayah Polda Metro Jaya.

Jenis-Jenis Narkoba yang Disita

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto merinci barang bukti yang berhasil disita oleh Ditres Narkoba. Barang bukti tersebut meliputi:

  • 11.422,03 gram sabu
  • 40.492,8 gram ganja
  • Tembakau sintetis
  • Serbuk ekstasi
  • Uang tunai sebesar Rp 23.683.000

"Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya sudah menyelamatkan ratusan ribu generasi-generasi penerus bangsa," tutur Budi.

Operasi Rutin di Luar Pekat Jaya

Budi juga menjelaskan bahwa Ditresnarkoba Polda Metro Jaya tetap melakukan operasi kegiatan rutin di luar Operasi Pekat Jaya. Dalam periode yang sama, operasi rutin berhasil mengamankan 603 orang dari 388 kasus.

Dari jumlah tersebut, 158 orang ditindaklanjuti secara hukum, sementara 445 orang dilakukan pembinaan. Barang bukti dari operasi rutin ini mencapai:

  1. 99.919 butir obat terlarang
  2. 2.948 botol miras
  3. Barang bukti lainnya dan uang tunai Rp12.337.000

Dampak Positif bagi Masyarakat

David menyoroti bahwa keberhasilan operasi ini sangat penting dalam upaya menekan kriminalitas jalanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. "Mengingat penyalahgunaan dan peredaran narkoba ini kerap menjadi faktor utama pemicu kejahatan seperti pencurian, kemudian tawuran, kekerasan, hingga berbagai gangguan ketertiban umum lainnya," imbuhnya.

Selain itu, operasi ini juga bertujuan menjamin pelaksanaan puasa pada bulan suci Ramadan bisa berjalan secara nyaman, tenang, dan khusyuk. Dengan demikian, Polda Metro Jaya tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada penciptaan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat.