Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Wibowo terus mendorong transformasi pelayanan kepolisian lalu lintas agar semakin dekat dan dicintai masyarakat melalui program Polantas KARIB (Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas). Untuk mewujudkan sosok polisi yang hadir sebagai sahabat publik, ia membeberkan tiga kunci utama yang harus diterapkan oleh seluruh personel di lapangan.
Kembalikan Budaya 3S: Senyum, Sapa, Salam
Irjen Wibowo menekankan bahwa perubahan besar dalam pelayanan publik harus dimulai dari transformasi internal, terutama pada pola pikir (mindset) setiap anggota Polantas. Hal tersebut diutarakan saat menjadi bintang tamu dalam program detikSore yang tayang di detikcom pada Rabu (29/7/2026).
"Saya sudah sering sampaikan kepada seluruh jajaran bahwa tugas ini adalah sebuah kebanggaan, sebuah kehormatan. Harus dilandasi oleh hati nurani yang bersih dan keikhlasan. Ini yang paling utama," ujar Wibowo.
Untuk mengikis batas antara petugas dan masyarakat, Irjen Wibowo menginstruksikan jajarannya untuk mengaktifkan kembali budaya dasar pelayanan berorientasi humanis, yakni 3S: Senyum, Sapa, dan Salam. "Dulu kita kenal namanya senyum, sapa, salam. Nah, ini terus kita aktifkan kembali. Kita bertemu dengan masyarakat dengan senyum. Dalam kondisi apa pun, dalam permasalahan apa pun, layani masyarakat dengan senyum. Itu kunci utamanya," imbuh Wibowo.
Ia menganalogikan situasi saat masyarakat mendatangi kantor pelayanan kepolisian atau berinteraksi dengan petugas di jalan. Pendekatan yang ramah dan menenangkan dinilai menjadi pintu utama penyelesaian masalah. "Analogi sederhananya begini. Kita datang ke sebuah lokasi pelayanan, kalau kita dilayani dengan senyum, rasanya hati kita kan adem, ya? Terlepas apakah permasalahan kita itu selesai atau tidak, tetapi hati kita sudah adem dulu. Kan itu intinya sebetulnya," ucap Wibowo.
Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa sikap kaku atau tidak ramah dari petugas justru berpotensi memperkeruh suasana dan menurunkan tingkat kepercayaan publik. "Tapi sebaliknya, begitu kita datang dan dilayani dengan sikap yang tidak ramah, ditambah permasalahan yang tidak selesai, akhirnya permasalahan bisa bertambah lagi. Dan ini yang tidak kita harapkan," sambungnya.
Lima Pilar Utama Polantas KARIB
Untuk mewujudkan polisi sebagai sahabat masyarakat, Kakorlantas merinci lima pilar fundamental yang menjadi acuan bertindak bagi seluruh personel lalu lintas di lapangan:
- Kemitraan: Membangun ruang kolaborasi yang luas dengan seluruh pemangku kepentingan, komunitas, serta elemen masyarakat dalam mengelola keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
- Aktif: Mendorong personel untuk senantiasa hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat sebelum timbulnya potensi masalah atau kemacetan.
- Responsif: Menuntut kesigapan petugas dalam merespons cepat setiap aduan, kemacetan, maupun kondisi darurat jalanan secara tepat dan adil.
- Intuitif: Mengasah kepekaan dan kepedulian personel di lapangan agar tidak apatis terhadap kesulitan yang dialami pengguna jalan.
- Berintegritas: Menjadikan kejujuran dan profesionalisme sebagai benteng utama dalam menjalankan tugas sentra pelayanan maupun penegakan hukum.
Irjen Wibowo pun menggarisbawahi komitmennya untuk mencetak personel Polantas yang mampu memadukan ketegasan aturan penegakan hukum dengan kepribadian yang humanis di lapangan.
Implementasi di Seluruh Indonesia
Program Polantas KARIB kini bukan sekadar wacana di tingkat pusat, melainkan telah diimplementasikan secara serentak oleh jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda hingga Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres di seluruh wilayah Indonesia. Di berbagai daerah, semangat KARIB diterjemahkan langsung dalam aksi nyata di lapangan. Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik yang humanis di sentra SIM dan Samsat, sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada pengemudi, sekolah, dan komunitas, aksi tanggap darurat membantu pengemudi kendaraan mogok di ruas tol, hingga edukasi persuasif bagi para pelanggar lalu lintas.
Dengan berjalannya program ini secara masif di seluruh Polda dan Polres se-Indonesia, Korlantas Polri optimistis tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian akan terus meningkat, seiring terwujudnya Kamseltibcarlantas yang kondusif di Tanah Air.



