Jenazah Sutrimo Dimakamkan Malam Hari Setelah Tiba di Banyumas
Jenazah Sutrimo Dimakamkan Malam Hari di Banyumas

Sutrimo dimakamkan di kampung halamannya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada malam hari setelah jenazahnya tiba sekitar pukul 22.00 WIB. Ia ditemukan tewas di depan Klinik Mordent, sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Kronologi Pemakaman

Jenazah Sutrimo tiba di Banyumas dengan ambulans dan langsung dibawa ke pemakaman yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya. Setelah disalatkan, hampir seluruh warga desa mengikuti prosesi pemakaman hingga selesai. Salah seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa ia ikut serta hingga pemakaman selesai dan baru pulang ke rumah sekitar pukul 00.30 WIB.

Kesaksian Tetangga

Menurut tetangga tersebut, Sutrimo sempat pulang ke kampung halaman seminggu sebelum ditemukan tewas. "Perantauan sudah lama. Itu tapi seminggu sebelum kejadian sempat pulang. Saya lihat pulangnya, tapi tidak lihat berangkatnya lagi. Sekitar seminggu sebelum kejadian," ujarnya saat ditemui wartawan, Selasa (28/7/2026). Ia baru mengetahui Sutrimo sudah kembali ke Jakarta setelah mendengar kabar kematiannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Warga desa mengetahui kejadian tersebut pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Jenazah tiba pada malam hari dan langsung dimakamkan. "Orang sini tahunya meninggal pada Kamis sekitar pukul 09.00 WIB. Sampai sini (jenazahnya) jam 10 malam langsung dimakamin. Orang sini ya hampir ikut makamin semua. Saya sampai rumah juga jam setengah 1-an," jelasnya.

Hubungan dengan Sutrimo

Meskipun tinggal di desa yang sama, tetangga tersebut mengaku tidak mengenal Sutrimo secara pribadi karena Sutrimo sudah lama merantau. "Saya kenal tidak kenal (dengan Sutrimo) orangnya jarang di rumah. Tapi tahu, paham. Umurnya sekitar 40 lebih dikit kalau saya 36 tahun," terangnya.

Penyelidikan Kematian

Polda Metro Jaya telah menggandeng Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk mendalami penyebab kematian Sutrimo. Olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan di Klinik Mordent untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian Sutrimo masih dalam penyelidikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga