Jenazah seorang dokter internship berinisial dr SZM, yang meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 18 sebuah apartemen di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, telah dibawa oleh keluarga ke kampung halamannya di Makassar, Sulawesi Selatan. Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (26/7/2026) siang dan masih diselidiki oleh pihak kepolisian.
Pemulangan Jenazah ke Makassar
Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengonfirmasi bahwa jenazah korban pertama kali dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan pemeriksaan. Pada sore harinya, jenazah langsung diterbangkan ke Makassar menggunakan pesawat. "Korban dibawa ke RS Polri, kemudian sorenya langsung diterbangkan ke Makassar," ujar Kompol Mansur saat dihubungi wartawan, Senin (27/7/2026).
Korban diketahui telah menempati unit apartemen tersebut selama kurang lebih tiga tahun. Ia tinggal bersama ibunya. "Kurang lebih 3 tahun. Dia tinggal berdua sama orang tuanya, sama ibunya," ungkap Mansur.
Kondisi Ibu Korban yang Masih Syok
Saat ini, polisi belum dapat meminta keterangan dari keluarga korban. Ibu korban masih dalam keadaan syok dan belum bisa dimintai informasi terkait peristiwa yang menimpa putranya. "Jadi sampai detik ini kita belum bisa mendapatkan informasi panjang, karena orang tuanya belum bisa dimintai keterangan karena masih syok," kata Mansur.
Polisi terus berupaya menyelidiki penyebab kematian dr SZM. Meskipun ada dugaan tekanan pekerjaan atau faktor lain, belum ada kesimpulan. "Keterangan dari saksi, sampai detik ini kita belum bisa minta keterangan keluarga-keluarga yang pasti sedang berduka. Jadi belum ada informasi apa pun terkait ini karena tekanan pekerjaan, apa ada hal yang lain-lain, itu sampai sekarang belum dapat penjelasan," jelasnya. Mansur menambahkan, pihaknya menunggu hingga setelah pemakaman selesai untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut dari keluarga.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (26/7) siang. Sebelum kejadian, korban sempat diajak pergi ke mal oleh ibunya, namun korban menolak dan memilih tinggal di apartemen. Setelah ibunya pergi, korban sendirian di dalam unit. Ia mengunci pintu apartemen dari dalam sebelum akhirnya ditemukan tewas di lantai dasar. "Nah, setelah pergi, pintu dikunci dari dalam oleh si korban. Terus, di situlah akhirnya si korban ini lompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya," ucap Mansur.
Mansur juga menjelaskan bahwa tubuh korban sempat tersangkut sebelum jatuh ke lantai dasar. Jenazah korban dievakuasi pada pukul 14.30 WIB dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dukungan Kesehatan Mental
Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Bagi yang mengalami gejala depresi atau pemikiran bunuh diri, segera konsultasikan ke psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental terdekat. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kesehatan mental, terutama bagi para tenaga kesehatan yang rentan mengalami tekanan pekerjaan.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan dan menunggu waktu yang tepat untuk meminta keterangan dari pihak keluarga. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi sebelum ada informasi resmi dari pihak berwenang.



