Polisi mengungkap bahwa dua perempuan yang diduga memeras seorang ASN hingga tewas melompat dari lantai 12 Apartemen Skyview Medan kerap mengganti foto profil di aplikasi MiChat untuk menarik korban. Kasus ini terungkap setelah korban berinisial AL (27), seorang ASN BPN Nias, ditemukan tewas pada Jumat (10/7/2026) dini hari.
Kronologi Pemerasan di Apartemen
Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis, korban menghubungi pelaku FR (31) melalui aplikasi MiChat dan memintanya datang ke apartemen sekitar pukul 03.30 WIB. FR kemudian datang bersama temannya, JS (29). Saat tiba, korban menolak berhubungan badan dengan FR karena foto yang ditampilkan di aplikasi ternyata bukan foto asli FR. Akibatnya, korban memutuskan berhubungan badan dengan JS.
Sebelum keluar kamar, FR meminta uang cancel sebesar Rp 400 ribu kepada korban. Sementara JS mengatakan tarif berhubungan badan adalah Rp 850 ribu. Uang tersebut dikirim korban ke rekening yang diberikan FR.
Permintaan Uang Tambahan Empat Kali Lipat
Setelah berhubungan badan, korban meminta pelayanan tambahan tanpa kesepakatan harga sebelumnya. Setelah selesai, JS memanggil FR masuk ke kamar. Keduanya kemudian meminta uang tambahan sebesar Rp 4,5 juta untuk pelayanan tambahan tersebut. "Ini kan berarti empat kali lipat dari harga awalnya (Rp 850 ribu)," kata Adrian dalam konferensi pers, Rabu (15/7/2026).
Korban menolak membayar karena jumlahnya sangat besar. Namun, para pelaku terus mendesak dan memaksa korban menunjukkan saldo rekening di ponselnya. "Kamar itu ada balkon, balkonnya itu sekitar satu meter lah jaraknya dari pintu kamar," ujar Adrian.
Pelaku Konsultasi ke AI Setelah Kejadian
Menariknya, setelah kejadian tersebut, FR sempat berkonsultasi dengan kecerdasan buatan (AI) bernama Dola. Ia menanyakan beberapa hal terkait proses penyelidikan polisi, seperti: 'Berapa hari kita akan dipanggil ke kantor polisi sebagai saksi dari waktu kejadian?', 'Kalau ada orang bunuh diri, kita di TKP, berapa lama kita dipanggil?', 'Kalau satu minggu setelah kejadian, kita tidak dipanggil oleh polisi, apakah kita sudah di posisi aman atau belum?', dan 'Gimana cara supaya tenang menghadapi nanti kalau kita dipanggil polisi?'. "Jadi, setelah kejadian itu, FR ini sempat berkonsultasi AI Dola," kata Adrian.
Modus Pemerasan Berulang
Polisi mengungkap bahwa kedua pelaku sudah beberapa kali melakukan pemerasan dengan modus yang sama. Mereka akan membuat kesepakatan awal dengan korban, lalu setelah pelayanan tambahan meminta biaya yang jauh lebih tinggi. "Foto itu untuk nilai jual, biasanya dia (pelaku) ganti-ganti (fotonya)," jelas Adrian. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polrestabes Medan.



