Aksi di Mapolda DIY Kembali Kondusif, 3 Mahasiswa Diserahkan ke Rektorat
Aksi di Mapolda DIY Kondusif, 3 Mahasiswa Diserahkan

Aksi di Mapolda DIY Telah Kondusif, 3 Mahasiswa Diserahkan ke Rektorat

Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung di depan Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari ini, Rabu (25/2/2026), sempat diwarnai kericuhan hingga perusakan pagar sisi timur Mapolda. Meski demikian, situasi dapat dikendalikan aparat kepolisian dan kini kembali aman serta kondusif.

"Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan," kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan dalam keterangannya.

Latar Belakang Aksi dan Belasungkawa

Ihsan menjelaskan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai buntut tindakan anggota Brimob Polda Maluku, Bripda MS, yang menewaskan remaja di Tual berinisial AT (14). Kepolisian menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.

"Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Ihsan.

Pengamanan dengan Kearifan Lokal

Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat DIY, termasuk unsur Jaga Warga, yang bersinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, pendekatan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan kearifan lokal dan kultur budaya Jawa.

Dalam kegiatan tersebut, petugas sempat mengamankan tiga mahasiswa. Ketiganya telah diserahkan kepada pihak rektorat pada pukul 22.30 WIB setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kampus.

Bantahan Terkait Tembakan dan Situasi Terkini

Ihsan membantah informasi yang beredar terkait adanya tembakan gas air mata maupun tembakan peringatan dalam aksi. Saat ini, situasi di depan Mapolda DIY sudah aman dan terkendali. Arus lalu lintas telah kembali normal.

"Kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan, petugas tidak dilengkapi senjata. Suara yang terdengar di lokasi berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi," tegasnya.

Dengan demikian, aksi unjuk rasa yang sempat memanas kini telah mereda, dan pihak kepolisian terus memantau perkembangan untuk memastikan keamanan tetap terjaga di wilayah Yogyakarta.