Viral Bocah Korban Challenge Cabai-Freezer, Polisi Depok Tangkap Tersangka
Viral Bocah Korban Challenge Cabai-Freezer, Polisi Tangkap Tersangka

Polres Metro Depok telah menangkap seorang pria berinisial D sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap dua anak di bawah umur. Tersangka memberikan tantangan atau challenge kepada kedua korban yang kemudian videonya viral dan menuai kecaman publik. Dalam tantangan tersebut, tersangka menyuruh kedua korban memakan cabai dengan iming-iming uang Rp 9 ribu, namun jika gagal, korban akan dimasukkan ke dalam freezer.

Polisi Tetapkan Tersangka dan Lakukan Penahanan

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, membenarkan adanya kekerasan terhadap anak yang dilakukan tersangka. Pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan dan melakukan penanganan terhadap kedua korban. “Sudah kita tetapkan juga sebagai tersangka pihak terlapor, sampai dengan saat ini masih proses pemberkasan perkara,” ujar Oka saat ditemui Liputan6.com pada Minggu (19/7/2026). Polres Metro Depok telah melakukan upaya paksa penahanan terhadap tersangka dan saat ini sedang melakukan pemberkasan untuk segera melanjutkan proses hukum di pengadilan. “Kita akan segera lakukan pemberkasan dan kita limpahkan ke penuntut umum,” terang Oka.

Modus Challenge Berujung Kekerasan

Oka menjelaskan, tersangka sebelumnya melakukan challenge terhadap kedua korban dengan diiming-imingi uang. Korban diminta memakan cabai, dan untuk menghilangkan rasa pedas, korban dimasukkan ke dalam freezer. “Korban disuruh makan cabai beberapa butir atau beberapa biji, kemudian untuk menghilangkan rasa cabai tersebut, dimasukkanlah ke dalam lemari es ataupun freezer,” jelas Oka. Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami gangguan psikis. Selain itu, Polres Metro Depok menemukan adanya luka pada tubuh korban yang diduga akibat kekerasan dari tersangka. “Kita dapat lihat bahwa korban ada mengalami sedikit luka-luka, jadi antara tersangka dan korban merupakan tetangga,” ucap Oka.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Visum dan Keterangan Dokter Perkuat Bukti

Oka menuturkan, kekerasan yang dialami korban telah diperkuat dengan hasil visum dari rumah sakit. Polres Metro Depok juga mendapatkan keterangan dari pihak dokter terkait kondisi psikis korban. “Kita sudah mendapatkan hasil visum dari rumah sakit ataupun dari dokter mengenai psikis yang dialami oleh korban, yaitu anak tersebut,” pungkas Oka. Kasus ini menjadi perhatian publik karena aksi tersangka yang viral di media sosial, menunjukkan betapa rentannya anak-anak menjadi korban kekerasan di lingkungan sekitar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga