Selebgram Nira Tuntut RS Bhayangkara Makassar Atas Dugaan Kebocoran Foto Visum
Selebgram Tuntut RS Bhayangkara Atas Dugaan Kebocoran Foto Visum

Selebgram Nira Tuntut RS Bhayangkara Makassar Atas Dugaan Kebocoran Foto Visum

Selebgram ternama asal Makassar, Nira, secara tegas menuntut pertanggungjawaban dari RS Bhayangkara Makassar terkait dugaan kuat tersebarnya foto visum miliknya yang terjadi pada Agustus 2025. Kasus ini telah memicu sorotan publik yang sangat luas karena menyangkut isu sensitif mengenai hak privasi pasien serta kerahasiaan data medis yang seharusnya dilindungi secara ketat oleh institusi kesehatan.

Aksi Demonstrasi di Mapolda Sulawesi Selatan

Nira bahkan turun langsung dalam aksi demonstrasi yang digelar di Mapolda Sulawesi Selatan, Makassar, pada Kamis, 12 Februari 2026. Dalam aksi tersebut, ia dengan lantang menyuarakan tuntutannya agar rumah sakit tersebut bertanggung jawab penuh atas dugaan pelanggaran privasi yang dialaminya. Aksi ini diikuti oleh sejumlah pendukung dan aktivis hak asasi manusia yang peduli terhadap perlindungan data pribadi.

Pernyataan Tegas dalam Orasi

Dalam orasinya yang penuh semangat, Nira menegaskan bahwa langkah demonstrasi ini ditempuh semata-mata untuk memperjuangkan keadilan serta perlindungan hak privasi pasien yang kerap diabaikan. "Ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang semua pasien yang haknya harus dihormati," ujarnya dengan tegas. Ia menambahkan bahwa insiden ini menunjukkan adanya celah serius dalam sistem keamanan data di rumah sakit tersebut.

Implikasi Kasus terhadap Kerahasiaan Medis

Kasus ini menyoroti pentingnya kerahasiaan data medis yang diatur dalam undang-undang. Beberapa poin kritis yang muncul dari insiden ini antara lain:

  • Pelanggaran Privasi Pasien: Penyebaran foto visum tanpa izin merupakan pelanggaran berat terhadap hak privasi individu.
  • Tanggung Jawab Institusi Kesehatan: RS Bhayangkara Makassar diharapkan dapat memberikan penjelasan transparan dan langkah perbaikan.
  • Dampak Psikologis: Nira mengaku mengalami tekanan mental akibat insiden ini, yang memengaruhi kehidupan pribadinya.

Publik kini menunggu respons resmi dari RS Bhayangkara Makassar serta kemungkinan tindakan hukum yang akan diambil oleh pihak berwajib. Kasus ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dalam menjaga integritas data pasien di era digital.