Ramadan Belum Tiba, Warga Sudah Berburu Baju Lebaran di Tanah Abang
Warga Berburu Baju Lebaran di Tanah Abang Sebelum Ramadan

Ramadan Belum Tiba, Warga Sudah Colong Start Beli Baju Lebaran di Tanah Abang

Kawasan Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat mendadak ramai diserbu pengunjung pada Selasa, 17 Februari 2026. Meski bulan Ramadan masih belum tiba, banyak warga yang sudah memulai perburuan baju Lebaran, menciptakan suasana sibuk di pasar tradisional tersebut.

Pengunjung Didominasi Perempuan dengan Rencana Matang

Pantauan di lokasi menunjukkan mayoritas pengunjung adalah perempuan, beberapa di antaranya datang sambil membawa anak-anak mereka. Toko-toko yang menjual pakaian muslim perempuan, seperti gamis dan kerudung, menjadi sasaran utama para calon pembeli.

Salah satu pengunjung, Nur (45), datang dari Cikupa, Kabupaten Tangerang, bersama temannya. Ia mengaku sudah merencanakan belanja ke Tanah Abang sejak lama. "Iya si rencana, dari kemarin-kemarin di niatin. Baru dua kali ke Tanah Abang," ujar Nur.

Nur sengaja berbelanja untuk kebutuhan Lebaran meski masih jauh waktunya. Tujuannya adalah untuk mencegah penumpukan pengunjung yang biasanya terjadi menjelang Lebaran. "Ya rencananya buat Lebaran mudah-mudahan. Nggak apa-apa, satu-satu lah nanti kan biar enak, nanti tinggal lainnya," tambahnya.

Ia juga menyebut alasan harga yang lebih murah dan suasana belanja yang tidak terlalu ramai sebagai faktor pendorong. "Biar murah juga. Ini dapet banyak. Biar nggak terlalu rame juga belanjanya," jelas Nur.

Pembeli Lainnya Juga Mencari Baju untuk Keluarga

Pengunjung lainnya, Sekar (33), datang dari Jakarta Timur bersama suaminya untuk mencari baju muslim, khususnya baju koko, menjelang bulan puasa. "Dateng dari pagi, udah dapet 1 baju," kata Sekar.

Untuk menghindari belanja berlebihan, Sekar membatasi pembeliannya maksimal tiga baju. Jika dirasa kurang, ia berencana datang kembali ke Tanah Abang. "Saya batesin si ya, maksimal 3 baju. Kalau sekarang masih kurang si mungkin dateng lagi si," sebutnya.

Fenomena ini menunjukkan tren warga yang semakin sadar akan pentingnya perencanaan belanja Lebaran lebih awal. Dengan menghindari keramaian puncak, mereka berharap dapat berbelanja dengan lebih nyaman dan ekonomis.