Bekasi - Lady punk Mondy Tatto terseret dalam kasus pengeroyokan terhadap sesama anak punk berinisial FA di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Polisi mengungkap bahwa sebelum pengeroyokan terjadi, para pelaku dan korban sempat berpesta minuman keras (miras).
Kronologi Pengeroyokan dan Pesta Miras
Dalam kasus ini, polisi menetapkan tiga orang tersangka, yaitu Mondy Tatto, Doni Darmawan alias Donal, dan Darmin. Mondy Tatto dan Donal ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan, sementara Darmin dijerat sebagai tersangka atas peristiwa penikaman yang mengakibatkan FA tewas.
FA ditikam oleh Darmin di sebuah kontrakan di Cikarang Barat pada Minggu (28/6) dini hari. Beberapa jam sebelumnya, FA terlibat percekcokan dan dikeroyok oleh Mondy Tatto dan Donal. Pada Sabtu (27/6) malam, korban FA, Mondy Tatto, Donal, dan Darmin bersama sejumlah anak punk berkumpul di depan salon di Jalan Kiai Asnawi. Di sana, FA dan Donal terlibat cekcok mulut yang berujung perkelahian.
"Donal sama si korban ini kalah tinggi gitu kan, akhirnya si Donal ini kan dibantu sama si Mondy, udah selesai di situ. Akhirnya sampai dilerai sama kawan-kawannya, Si Nu sama Si Caling, gitu kan, udah selesai di situ. Itu kejadian pertama," jelas Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat AKP Engkus Kusnadi saat dihubungi wartawan, Kamis (23/7/2026).
Pesta Miras Berlanjut ke Kontrakan
Setelah peristiwa pengeroyokan itu, FA kembali bergabung dengan teman-teman anak punk lainnya di daerah Ceger. Di sana mereka pesta miras. "Akhirnya udah selesai mereka gabung lagi, sampai ketemu lagi di tempat kawan-kawannya pada ngumpul tuh jam 12.00 malam di daerah Ceger. Diketuai sama anak punk, ngumpullah di situ minum-minum lagi," ungkap Engkus.
Engkus menjelaskan, korban dan ketiga pelaku selesai pesta miras pukul 03.00 WIB. Saat itu, mereka pun berpindah tempat ke kontrakan Mondy di Kampung Jatibaru, Kalijaya, Cikarang Barat. Sejam berkumpul di dalam kontrakan, Mondy, Donal, dan korban kembali beradu mulut. Tersangka Darmin yang ikut berkumpul di situ mendengar percekcokan tersebut dan berniat melerai.
Darmin menegur FA sebagai laki-laki untuk tidak berseteru dengan perempuan, yakni Mondy. FA pun tak terima dan malah memukul kepala Darmin dengan gas melon. Pertikaian antara keduanya pun berujung maut. Masing-masing dalam pengaruh alkohol usai pesta miras, Darmin membalas tindakan FA dengan menusuknya menggunakan pisau pada bagian belakang tubuhnya.
"Dia (FA) ditusuk di bagian punggung belakang, sesuai dengan hasil autopsinya ada," terang Engkus. Usai ditusuk Darmin, FA berupaya kabur ke kontrakan sebelah. Rupanya Darmin yang masih belum puas membalas terus mengejar FA hingga akhirnya kembali menusuk FA sampai tujuh kali tusukan yang membuat FA tersungkur.
"Sampai 7 kali tusukan. Sampai dia keluar kontrakan lagi ke jalan, baru dia tersungkur di situ jatuh, baru selesai ditusuk," imbuhnya. Teman sesama anak punk yang berada di lokasi pun langsung membawa FA ke rumah sakit. Nahas, nyawa FA tak tertolong akibat pendarahan usai tujuh kali ditusuk.



