Misteri Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya: Laporan Dicabut, Polisi Lanjut Usut
Misteri Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya: Laporan Dicabut

Kepolisian terus mendalami dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay yang dilaporkan hilang saat menghadiri perayaan ulang tahun keluarga di sebuah restoran di Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026) malam. Meski laporan resmi telah dicabut oleh pelapor, polisi memastikan penyelidikan tetap berjalan untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa ini.

Kronologi Dugaan Penculikan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyatakan pihaknya menerima laporan dugaan penculikan terhadap Jesslyn pada 13 Juli 2026. Menurut keterangan kuasa hukum keluarga, Andi Darti, peristiwa terjadi sekitar pukul 19.45 WIB saat Jesslyn menghadiri acara ulang tahun keluarganya. Berdasarkan saksi, Jesslyn diduga ditutup matanya oleh dua pria bertubuh besar, lalu dibawa paksa ke sebuah mobil hitam. Jesslyn sempat berteriak minta tolong dan berusaha keluar, namun kembali dimasukkan ke dalam kendaraan dan dibawa kabur.

Sejak kejadian itu, keluarga dan teman-teman tidak dapat menghubungi Jesslyn. Ponsel yang diduga miliknya juga tidak dapat diakses. Polisi telah mendatangi lokasi, memeriksa saksi, dan menelusuri sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Informasi Perjalanan ke Malaysia dan Deteksi Ponsel

Andi Darti menambahkan, pihak pelapor memperoleh informasi yang masih perlu diverifikasi bahwa Jesslyn diduga melakukan perjalanan ke Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026. Selain itu, perangkat seluler yang diduga milik korban terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran. Namun, ia menegaskan semua informasi tersebut masih memerlukan pendalaman oleh penyidik.

"Kami berharap Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan langkah-langkah penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel," ujar Andi.

Korban Diduga Berada di Luar Jakarta

AKBP Roby Heri Saputra mengungkapkan bahwa Jesslyn diduga tidak berada di Jakarta. Polisi masih menyelidiki apakah korban pergi atas kemauan sendiri atau memang diculik. "Ada kemungkinan tidak di Kota Jakarta. Namun kami masih melakukan penyelidikan sampai dengan menemukan benarkah peristiwa ini atas kemauan korban atau memang ada dugaan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan di awal," jelas Roby.

Polisi telah memeriksa CCTV di lokasi kejadian, meminta keterangan saksi-saksi, termasuk dari rumah Jesslyn dan orang tuanya. Sejauh ini, korban belum ditemukan.

Laporan Dicabut, Penyelidikan Tetap Berlanjut

Pada Minggu (19/7/2026), pelapor berinisial NA, yang merupakan rekan korban, datang ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk mencabut laporan. Meski demikian, polisi tidak menghentikan penyelidikan. "Namun kami dari Polres Jakpus belum menghentikan penyelidikan karena kita masih belum menemukan keterangan perkara yang sebenarnya terjadi apakah ada perbuatan pidana dalam perbuatan tersebut," ujar Roby.

Peristiwa dugaan penculikan ini masih menjadi misteri. Polisi berkomitmen mengusut tuntas kasus ini untuk memastikan kebenaran di balik hilangnya Jesslyn Wijaya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga