Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mendorong anak-anak agar berani melaporkan atau speak up ketika menjadi korban atau menyaksikan kekerasan. Menurutnya, selama ini anak-anak belum berani speak up karena faktor tradisi dan budaya di Indonesia.
Pentingnya Keberanian Melapor
"Sekarang ini kita dorong semua masyarakat untuk aktif menyampaikan pengaduan seandainya melihat kekerasan atau menjadi korban dari kekerasan. Ini bukan hal yang mudah ya dalam tradisi budaya kita, dan juga terutama untuk anak-anak. Anak-anak seringkali tidak berani untuk speak up," kata Pratikno dalam jumpa pers di kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Pratikno mencontohkan Polri yang memiliki program 'Raise Hand and Speak' untuk mendorong anak agar berani melaporkan kekerasan. Program ini bertujuan membangun citra ramah kepolisian di depan anak sehingga mereka berani menyampaikan jika melihat atau menjadi korban kekerasan.
Kenaikan Angka Kekerasan Bisa Jadi Tanda Positif
Menko PMK juga menyoroti kemungkinan naiknya angka kekerasan terhadap anak. Menurutnya, hal ini justru bisa menjadi bukti bahwa masyarakat semakin berani melapor saat terjadi kekerasan. "Jadi kasus kekerasan itu kalau kasusnya naik, itu tidak berarti sepenuhnya jumlah kasusnya naik, tetapi bisa juga berarti masyarakat semakin berani untuk menyampaikan pengaduan," jelasnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk melapor jika menjadi korban atau melihat kekerasan terhadap anak melalui sejumlah saluran, seperti hotline SAPA 129 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan hotline 110 Polri. "Pengaduannya kita ada beberapa saluran tadi yang sudah disampaikan yaitu SAPA 129, kemudian Hotline 110 Polri, dan juga pengaduan KPPPA," imbuhnya.



