Kondisi Andrie Yunus 5 Hari Pasca Serangan Air Keras: Luka Bakar 20% dan Kerusakan Mata
Kondisi Andrie Yunus 5 Hari Pasca Serangan Air Keras

Kondisi Andrie Yunus 5 Hari Usai Disiram Air Keras: Kerusakan Mata dan Luka Bakar 20%

Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (27), masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Ini adalah hari kelima sejak ia menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Kronologi Kedatangan dan Penanganan Awal

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa Andrie tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026, sekitar pukul 00.00 WIB. "Dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan," kata Yoga dalam keterangan resmi yang dikutip dari Antara, Selasa (17/3/2026).

Tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka. Sebagai penanganan awal, dilakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk menurunkan efek zat kimia serta menormalkan kondisi jaringan.

Diagnosa Medis: Luka Bakar 20% dan Trauma Mata Fase Akut

Yoga menyatakan bahwa saat masuk IGD, diagnosa awal menunjukkan luka bakar sekitar 24% akibat reaksi inflamasi dari cairan keras. "Luka tersebut terutama terdapat pada area wajah, khususnya di sisi kanan, termasuk pada mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada," ujarnya.

Namun, setelah penilaian medis oleh Dokter Penanggungjawab Pelayanan (DPJP), terdapat koreksi yang menyatakan Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 20% pada area tubuh. Selain itu, ia menderita trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. "Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea," jelas Yoga.

Prosedur Perawatan dan Terapi yang Diberikan

Untuk menangani kondisi tersebut, pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan. Selanjutnya, Andrie dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar untuk pemantauan dan perawatan lebih lanjut secara komprehensif.

Tim medis multidisiplin yang terlibat terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan. "Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol," tutur Yoga.

Kondisi Kini: Stabil dan Proses Pemulihan Berlanjut

Saat ini, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa. Penanganan medis terus dilakukan secara bertahap, sesuai dengan perkembangan kondisi pasien. "Termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan," ungkap Yoga.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa RSCM berkomitmen memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan profesional bagi setiap pasien yang membutuhkan penanganan kasus trauma kompleks serupa. Kasus ini telah menarik perhatian publik dan otoritas, dengan berbagai pihak mendesak investigasi cepat terhadap pelaku penyiraman air keras tersebut.