Dokter Tirta Ingatkan Bahaya Normalisasi Candaan Cabul di Lingkungan Pertemanan
Dokter Tirta Ingatkan Bahaya Normalisasi Candaan Cabul

Dokter Tirta Soroti Bahaya Normalisasi Candaan Cabul di Tengah Kasus Mohan Hazian

Ramainya pembahasan kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Mohan Hazian telah membuka diskusi mendalam mengenai budaya candaan bernuansa seksual yang selama ini dianggap wajar di berbagai lingkungan sosial. Sorotan tajam terhadap fenomena ini juga datang dari figur publik Dokter Tirta, yang secara tegas mengingatkan masyarakat untuk tidak menormalisasi candaan cabul dan mesum di tongkrongan atau kelompok pertemanan.

Peringatan Keras Melalui Media Sosial

Melalui cuitannya di platform X dengan akun @tirta_cipeng, Dokter Tirta membeberkan perbedaan pandangan yang mungkin terjadi di lingkungan pertemanan Mohan Hazian. Dalam pesannya yang viral, dia menyampaikan permintaan langsung kepada para pengikut dan masyarakat luas.

"Dari sinilah aku meminta kawan-kawan. Tolong jangan normalisasi bercandaan cabul dan mesum di tongkrongan," tulis Dokter Tirta dengan penekanan khusus.

Analisis Terhadap Pola Pikir Pelaku

Dokter Tirta kemudian memberikan analisis psikologis mengenai kemungkinan pola pikir yang berkembang pada pelaku candaan cabul. "Mungkin Mohan menganggap tindakan dia selama ini bukan pelecehan karena dia 'terbiasa' dengan lingkungan yang menormalisasi candaan seperti itu," ungkapnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi bagaimana kebiasaan yang tumbuh di lingkungan pertemanan dapat membentuk persepsi seseorang terhadap batasan perilaku yang pantas dan tidak pantas.

Peringatan Tentang Dukungan Sosial

Lebih lanjut, Dokter Tirta memberikan peringatan keras mengenai realitas dukungan sosial ketika seseorang menghadapi masalah akibat perilakunya sendiri. "Ketika kamu kena masalah, percayalah ama temenmu yang nganjing-nganjing in kau pertama kali," tulisnya dengan bahasa yang gamblang.

Pernyataan ini menyoroti ironi bahwa teman-teman yang mungkin ikut tertawa dengan candaan cabul tersebut justru akan menjadi yang pertama meninggalkan atau menyalahkan ketika masalah hukum muncul.

Implikasi Sosial yang Lebih Luas

Kasus ini membuka mata banyak pihak mengenai bagaimana candaan bernuansa seksual yang dianggap "hanya bercanda" sebenarnya dapat menciptakan lingkungan yang permisif terhadap pelecehan seksual. Normalisasi candaan cabul di tongkrongan tidak hanya merendahkan martabat manusia tetapi juga mengaburkan batasan antara humor dan pelecehan.

Dokter Tirta melalui pernyataannya mengajak masyarakat untuk lebih kritis mengevaluasi budaya pertemanan mereka sendiri dan menciptakan lingkungan yang lebih menghormati batasan personal setiap individu.