Dokter Magang Meninggal di Lampung, IDI Pastikan Bukan karena Overwork
Dokter Magang Meninggal, IDI: Bukan Overwork

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung memastikan bahwa meninggalnya dr. M Zulfikar Drakel, seorang peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) di RSUD Sukadana, Lampung Timur, tidak disebabkan oleh kelelahan kerja atau overwork. Hasil investigasi yang dilakukan IDI bersama pihak terkait juga tidak menemukan indikasi perundungan atau kekerasan di tempat kerja.

Investigasi IDI: Tidak Ada Overwork atau Bullying

Ketua IDI Lampung, Josi Harnos, menyatakan bahwa tim investigasi telah meminta keterangan dari sesama dokter magang, pihak rumah sakit, direktur rumah sakit, hingga dokter pendamping. "Jadi hasil investigasi yang dilakukan tidak menemukan indikasi overwork atau kerja berlebihan. Kami juga tidak menemukan adanya bullying maupun kekerasan di tempat kerja," kata Josi saat dikonfirmasi di Bandarlampung, Kamis (23/7/2026).

Zulfikar wafat pada 21 Juli 2026 di Kota Metro. Menurut Josi, dari hasil penelusuran, ditemukan dugaan adanya penyakit penyerta yang tidak pernah diketahui sebelumnya. "Dari hasil penelusuran, ditemukan dugaan adanya penyakit penyerta yang tidak pernah diketahui sebelumnya," ujar Josi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Indikasi Infeksi, Keluarga Tolak Otopsi

Selain penyakit penyerta, tim investigasi juga menemukan indikasi infeksi di dalam tubuh almarhum. Namun, jenis dan sumber infeksi tidak dapat dipastikan karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. "Ada infeksi, tetapi tidak bisa ditegakkan infeksi apa, di mana, dan seperti apa, karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Kami menghormati keputusan keluarga tersebut," kata Josi.

Ia menambahkan bahwa karakter almarhum yang cenderung pendiam serta tinggal terpisah dari rekan-rekan sejawat membuat informasi mengenai kondisi kesehatannya sulit diketahui. "Sehingga meninggalnya dokter Zulfikar ini tidak bisa disamakan dengan kasus-kasus sebelumnya yang terjadi, karena penyebabnya berbeda," jelas Josi.

Apresiasi atas Keterlibatan Multi Pihak

Josi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dr. Zulfikar yang merupakan dokter magang (internsip). IDI juga mengapresiasi keterlibatan Kementerian Kesehatan, Kepolisian, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Pengurus Besar IDI, serta Dinas Kesehatan provinsi dalam proses investigasi. "Kami juga mengapresiasi keterlibatan Kementerian Kesehatan, Kepolisian, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Pengurus Besar IDI, serta Dinas Kesehatan provinsi, dalam proses investigasi," katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga