Wacana Tutup Warung Desa? Ini Fakta Sebenarnya
Wacana Tutup Warung Desa? Ini Fakta Sebenarnya

Beredar narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa pemerintah mewacanakan penutupan warung atau toko di desa agar masyarakat desa berbelanja di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Narasi ini disertai foto Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto. Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut tidak sesuai konteks dan perlu diluruskan.

Asal Usul Narasi

Narasi yang mengeklaim pemerintah mewacanakan penutupan warung atau toko di desa dibagikan dalam unggahan Facebook pada Rabu (22/7/2026). Unggahan tersebut menggunakan foto Menteri Yandri Susanto dan menyebutkan bahwa pemerintah berencana menutup semua warung desa untuk memaksa warga berbelanja di Kopdes Merah Putih.

Fakta Sebenarnya

Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran dan menemukan bahwa tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah mengenai penutupan warung desa. Menteri Yandri Susanto tidak pernah menyampaikan wacana tersebut. Sebaliknya, pemerintah justru mendorong penguatan koperasi desa sebagai alternatif untuk meningkatkan perekonomian desa, bukan dengan cara menutup warung yang sudah ada.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konteks yang Hilang

Foto Menteri Yandri Susanto yang digunakan dalam unggahan tersebut diambil dari acara yang tidak terkait dengan penutupan warung. Dalam acara tersebut, Menteri membahas pengembangan Kopdes Merah Putih sebagai wadah usaha bersama warga desa, bukan sebagai pengganti warung atau toko. Dengan demikian, narasi yang beredar adalah hoaks yang menyesatkan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga