Polsek Tambun Selatan masih menyelidiki kasus penemuan bayi perempuan yang baru lahir di lahan kosong dekat perumahan di Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, menyatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.
Empat Saksi Diperiksa, Petunjuk Minim
Empat orang saksi telah dimintai keterangan sejak bayi ditemukan pada Selasa (14/7). Mereka termasuk seorang pemulung yang pertama kali menemukan bayi dan beberapa pedagang di sekitar lokasi. Namun, polisi belum memperoleh petunjuk yang mengarah pada pelaku atau identitas orang tua bayi. Proses penyelidikan terkendala minimnya petunjuk di lokasi kejadian, yang merupakan lahan kosong sepi tanpa kamera pengawas dan bukan jalur ramai.
“Yang jelas kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku yang membuang bayi tersebut,” ujar Wuryanti, Rabu (15/7/2026).
Kondisi Bayi: Demam dan Kuning, Kini Sehat
Bayi perempuan itu telah mendapatkan penanganan medis. Petugas mengevakuasi bayi yang mengalami demam ringan, kekurangan cairan, dan tampak menguning. “Begitu menerima laporan, kami langsung ke lokasi, memeriksa kondisi bayi, kemudian mengevakuasi karena kondisinya agak hangat seperti demam, kurang cairan, dan terlihat agak kuning,” jelas Wuryanti.
Bayi ditemukan tanpa pakaian, hanya terbungkus kain bekas. Ia sempat dibawa ke bidan desa untuk dibersihkan sebelum dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk perawatan intensif. “Alhamdulillah sekarang bayinya sudah dalam keadaan sehat,” kata Wuryanti.
Berdasarkan pemeriksaan medis, bayi diperkirakan berusia tiga hari dengan berat 3,1 kilogram dan panjang 49 sentimeter. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi, hanya kemerahan di hidung yang kemungkinan akibat gigitan serangga.
Koordinasi dengan Dinas Sosial
Setelah penanganan medis, petugas berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi karena bayi berstatus anak terlantar. “Setelah dirawat di RSUD, kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial karena bayi ini merupakan anak terlantar,” ujar Wuryanti.
Bayi ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB oleh pemulung bernama Kandar. Awalnya ia mengira bayi telah meninggal karena tidak bergerak dan tidak menangis. Setelah memastikan dengan sebatang kayu dan bayi mulai bergerak serta menangis, Kandar meminta bantuan warga dan melaporkan penemuan itu kepada aparat setempat.



