Guru Besar Unhas Apresiasi Reformasi Kejagung yang Dongkrak Kepercayaan Publik
Unhas Apresiasi Reformasi Kejagung yang Dongkrak Kepercayaan Publik

Guru Besar Unhas Soroti Keberhasilan Reformasi Internal Kejagung yang Dongkrak Kepercayaan Publik

Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Hamzah Halim, menilai tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) merupakan bentuk apresiasi nyata atas kinerja lembaga tersebut dalam penegakan hukum. Menurutnya, capaian ini menunjukkan keberhasilan Kejagung dalam memenuhi ekspektasi masyarakat, terutama dalam menangani kasus-kasus besar yang merugikan keuangan negara.

Kinerja Nyata Didukung Data PNBP

Hamzah menegaskan bahwa hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia mencerminkan penilaian publik yang objektif karena didukung oleh data kinerja konkret. "Lembaga yang paling banyak menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) itu adalah Kejaksaan Agung. Datanya ada dan jelas. Publik melihat hasil nyata dari pengembalian kerugian negara tersebut," ujarnya dalam menanggapi rilis survei pada Minggu (8/2/2026).

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Kejagung saat ini bukanlah capaian instan, melainkan hasil dari proses panjang pembenahan sumber daya manusia (SDM) secara sistematis. Perubahan signifikan terjadi mulai dari level pimpinan hingga ke jajaran daerah.

Pembenahan SDM dan Kepemimpinan Visioner

"Apa yang dilihat masyarakat saat ini hanyalah muara. Di hulunya, terjadi pembenahan SDM yang luar biasa. Sepanjang sejarah, baru kali ini kita memiliki Jaksa Agung seorang Profesor, bahkan empat Jaksa Agung Muda (JAM) juga bergelar Profesor," ungkap Hamzah.

Semangat peningkatan kapasitas tersebut juga terlihat di tingkat daerah. Para Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), hingga para asisten dinilai menunjukkan kemauan kuat untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. "Di kampus S3 Unhas sendiri, banyak jajaran kejaksaan yang sangat rajin menempuh studi doktoral. Ini menunjukkan kemauan kuat untuk berbenah secara sistematis dan intelektual," tambahnya.

Selain faktor SDM, Hamzah menilai keberhasilan Kejagung juga tidak terlepas dari kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Menurut dia, Burhanuddin berhasil menerapkan prinsip the right man on the right place dalam menata organisasi kejaksaan.

"Keberhasilan ini tidak cuma soal keberanian. Banyak orang yang berani, tapi jika keberanian tidak diikuti dengan visi dan strategi yang taktis, maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Jaksa Agung berhasil merumuskan perencanaan strategis yang membuat mesin organisasi berputar dengan sangat baik," pungkas Hamzah.