Seorang pria berinisial MN (32) diduga membakar rumah orang tuanya di Ngebel, Tamantirto, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (22/7) malam. Aksi nekat tersebut dipicu oleh emosi karena pelaku tidak diberi uang sebesar Rp15 juta yang diminta untuk mengambil sepeda motor dan membayar angsuran.
Kronologi Kejadian
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari masalah keluarga. Pelaku meminta uang kepada orang tuanya sebesar Rp15 juta untuk keperluan motor. Orang tua sebenarnya berusaha mencari dana, namun pelaku tidak sabar hingga terjadi pertengkaran yang berujung pada aksi pembakaran.
Hasil pemeriksaan saksi mengungkap bahwa pelaku diduga telah merencanakan aksi tersebut sejak sehari sebelumnya. Rencana itu sempat urung dilakukan, namun akhirnya direalisasikan pada Kamis malam setelah situasi di rumah kembali memanas.
Upaya Pemadaman dan Korban Luka
Sekitar pukul 19.30 WIB, warga bersama perangkat wilayah dan Bhabinkamtibmas mendatangi rumah untuk meredakan situasi. Namun, pelaku tidak dapat dikendalikan meskipun telah dilakukan pendekatan persuasif. Sekitar pukul 20.30 WIB, pelaku menyiram salah satu kamar menggunakan Pertalite dan membakarnya.
Melihat api membesar, Bhabinkamtibmas bersama warga berupaya memadamkan kobaran api sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak merembet. Dalam proses pemadaman, seorang petugas Bhabinkamtibmas, Bripka Agustinus Sulistiyono, mengalami luka bakar pada kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki akibat kontak langsung dengan api. Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Kasihan 1 untuk penanganan medis.
Kerugian Material dan Kondisi Pelaku
Akibat kebakaran, sejumlah barang di dalam kamar mengalami kerusakan, seperti kasur, bantal, pakaian, jendela, dan kursi busa. Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta. Pelaku MN juga mengalami luka bakar pada bagian kaki bawah dan punggung, dan telah dievakuasi ke RS Bethesda untuk penanganan medis.
Dari hasil pendalaman sementara, pelaku memiliki riwayat persoalan keluarga dan beberapa kali sudah diperingatkan oleh warga karena sering membuat keresahan di lingkungan sekitar. Saat ini peristiwa tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.



