Jakarta - Misteri sosok pria misterius yang tampil di pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya terpecahkan. Pria yang mengenakan masker hitam dan topi serta duduk di barisan depan saat salat jenazah itu bukanlah putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, seperti yang banyak dispekulasikan. Sebaliknya, media Iran mengidentifikasinya sebagai cucu tertua Khamenei.
Teridentifikasi sebagai Mohammad Javad Khamenei
Menurut laporan media Iran, Iran International, pria tersebut adalah Mohammad Javad Khamenei, cucu tertua mendiang Ayatollah Khamenei. Dilansir NDTV, Senin (13/7/2026), Mohammad Javad adalah putra dari Mostafa Khamenei, putra tertua Ayatollah Khamenei. Ia dilaporkan menderita luka bakar parah di wajah dan cedera serius lainnya selama serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan Ayatollah Khamenei. Luka-luka itulah yang mendorongnya untuk menutupi wajahnya dengan masker hitam saat menghadiri pemakaman kakeknya.
Spekulasi Seputar Mojtaba Khamenei
Spekulasi mengenai kondisi Mojtaba Khamenei, putra Khamenei yang sempat dikira sebagai pria misterius, terus berlanjut sejak serangan AS-Israel. New York Post, mengutip penilaian intelijen AS, melaporkan bahwa Mojtaba terluka parah dan mengalami cacat fisik yang parah akibat serangan tersebut. Mojtaba dilaporkan berada di kediaman yang sama dengan ayahnya ketika serangan udara AS dan Israel terjadi, tetapi ia selamat karena berada di ruangan yang berbeda. Duta besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian, mengatakan Mojtaba menderita cedera pada kaki, tangan, dan lengannya dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Komunikasi Melalui Tulisan Tangan
Sejak serangan itu, Mojtaba belum pernah muncul di depan umum atau menyampaikan pidato apa pun. Menurut laporan media Australia, ia telah berkomunikasi dengan para komandan militer Iran dan ulama senior melalui pesan tulisan tangan. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan bahwa ia mengalami cedera serius yang membatasi kemampuannya untuk tampil di publik.



